25 Juni Hari Apa? Ini Momen yang Diperingati di Dunia

Sejumlah hari penting diperingati pada Kamis (25/6/2026), mulai dari peringatan keagamaan hingga kampanye kesadaran global di berbagai negara.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap harinya pasti memiliki peringatan bersejarah. Termasuk pada hari ini, Kamis (25/6/2026), ada beberapa peringatan yang diperingati pada 25 Juni setiap harinya.

Ada hari apa saja? Seperti dikutip dari National Today, salah satunya adalah Hari Asyura atau 10 Muharram dalam kalender Hijriah merupakan salah satu hari penting dalam ajaran Islam. Asyura diperingati oleh umat Muslim di berbagai Negara sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri.

Pada hari ini, Kamis (25/6/2026), banyak umat Muslim melaksanakan puasa sunah Asyura sebagai bentuk ibadah yang memiliki keutamaan tersendiri dalam tradisi Islam. Selain itu, hari ini juga diisi dengan doa dan penguatan nilai spiritual.

Hari Asyura juga sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa bersejarah dalam Islam yang mengandung pelajaran tentang kesabaran, keimanan, dan eteguhan hati dalam meghadapi ujian. Selain aspek ibadah, momen ini juga dmanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan kegiatan berbagi kepada sesama.

Dengan demikian, Hari Asyura tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga pengingat untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Tuhan serta sesama manusia.

International Day of the Seafarer

Kemudian, International Day of the Seafarer diperingati setiap 25 Juni sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaut di seluruh dunia. Merela memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan global dan distribusi barang antarnegara.

Para pelaut atau seafarer bekerja di kondisi yang tidak mudah, karena harus berlayar dalam waktu lama dan jauh dari keluarga. Hal ini menjadikan profesi mereka sebagai salah satu pekerjaan yang penuh tantangan.

Peringatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di laut serta perlindungan hak-hak para pelaut di berbagai negara.

Selain itu, berbagai kampanye dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kontribusi besar para pelaut dalam kehidupan sehari-hari. Momentum ini diharapkan dapat mendorong perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan pekerja sektor maritim di seluruh dunia.

World Vitiligo Day

World Vitiligo Day diperingati sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi vitiligo, yaitu gangguan pigmentasi kulit.

Vitiligo menyebabkan munculnya bercak putih pada kulit akibat berkurangnya pigmen melanin. Kondisi ini tidak menular, namun masih sering menimbulkan stigma di masyarakat.

Peringatan ini bertujuan untuk mengedukasi publik agar lebih memahami bahwa vitiligo adalah kondisi media, bukan sesuatu yang berbahaya atau menular. Selain edukasi, hari ini juga menjadi ruang untuk mendukung penyintas agar lebih percaya diri dan diterima di lingkungan sosial.

Berbagai kampanye inklusivitas terus digunakan untuk digaungkan untuk menghapus diskriminasi terhadap orang dengan vitiligo di berbagai negara.

National Work From Home Day

National Work From Home Day menjadi simbol perubahan gaya kerja modern yang semakin fleksibel di era digital. Konsep bekerja dari rumah semakin dikenal luas, terutama setelah perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan pola kerja global.

Banyak perusahaan kini menerapkan sistem kerja hybrid atau remote untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kenyamanan karyawan. Peringatan ini juga menjadi refleksi tentang pentingnya keseimbangan antara produktivitas kerja dan kehidupan pribadi.

Di sisi lain, tren ini menunjukkan bagaimana dunia kerja terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

National Handshake Day

National Handshake Day diperingati sebagai simbol pentingnya etika dalam membangun hubungan sosial dan professional.

Jabat tangan dianggap sebagai bentuk salam yang mencerminkan kepercayaan, kesetaraan, dan rasa hormat antarindividu. Meski saat ini banyak komunikasi dilakukan secara digital, makna jabat tangan tetap relevan dalam interaksi langsung.

Tradisi ini juga sering digunakan dalam dunia kerja dan pertemuan formal sebagai bentuk penghormatan. Dengan demikian, jabat tangan tetap menjadi simbol universal dalam membangun hubungan antar manusia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6