Oso Kenang Ryamizard Ryacudu, Kedekatan Emosional Selama 60 Tahun

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Ryamizard Ryacudu.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 07:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Oso berduka atas wafatnya Ryamizard Ryacudu, langsung melayat ke Cikeas.
  • Persahabatan Oso dan Ryamizard terjalin sejak muda di Pontianak.
  • Oso mengenang Ryamizard sebagai sosok pemberani, tegas, dan setia.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Oso sengaja langsung bergegas menuju rumah duka setelah mendengar kabar duka tersebut dari pihak keluarga dan pemberitaan. Suasana haru menyelimuti kediaman Ryamizard Ryacudu yang berlokasi di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Oso tiba di lokasi pada Minggu malam 31 Mei 2026 untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung kepada almarhum. Oso mengaku baru saja menempuh perjalanan jauh dari luar kota sebelum akhirnya memutuskan segera bertolak menuju ke wilayah Cikeas.

"Ya, saya baru sampai dari Kalimantan. Dari Bandung, Kalimantan, Bandung, Idul Fitri lantas ke Bandung, langsung ke rumah duka," kata Oso kepada wartawan di rumah duka.

Hubungan antara Oso dan Ryamizard ternyata sudah berlangsung sangat lama, jauh sebelum almarhum menjadi tokoh militer nasional. Hubungan emosional yang erat ini sudah terbangun sejak keduanya masih sama-sama berusia muda di Pontianak.

 

Kenang Ketegasan dan Keberanian

Oso mengenang, karakter ketegasan dan keberanian almarhum sudah terlihat sejak masa belia. Karakter kuat itulah yang kemudian membawa almarhum menjadi salah satu tokoh besar di dalam sejarah militer Indonesia.

"Karena beliau ini saya kenal dari muda. Dari belum jadi tentara. Di Pontianak dan waktu muda dia belum jadi tentara sudah pakai baju loreng, ya. Lantas sudah bawa senjata. Ya, dan memang pemberani. Dan saya kenal ya sudah hampir 60 tahun sama Mijar, ya. Dia Mijar. Saya panggil Mijar," ucap Oso.

Lebih lanjut, Oso mengungkapkan, almarhum merupakan sosok sahabat yang memiliki loyalitas sangat tinggi. Meski dikenal memiliki kepribadian yang selektif dalam bergaul, almarhum adalah figur yang sangat setia kepada para sahabatnya.

 

Akui Sangat Dekat dengan Ryamizard

Oso juga menyatakan, dirinya sangat mengenal dekat seluruh lingkaran keluarga besar almarhum. Kepergian sang jenderal tentu meninggalkan kesedihan dan ruang kosong yang mendalam di hati mantan Ketua DPD RI tersebut.

"Ya, yang terakhir setelah sakit-sakit inilah. Ya. Dan dia seorang teman yang tidak gampang berteman sama dia, tapi kalau berteman sama dia sangat-sakat eh... apa... sangat setia, bersahabat. Dan saya mengenal sekali dia dan keluarganya, adik-adiknya saya kenal sekali," kata Oso.

"Seperti Riamor ya, dan ya, saya merasa kehilangan. Tapi ya semua juga kita akan hilang. Akan kembali kepada penciptanya. Jadi kita doakan agar beliau ditempatkan di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Amin, amin, amin," sambungnya.

Ketika ditanya mengenai kronologi medis atau penyakit yang diderita oleh almarhum, Oso mengaku belum mengetahui secara mendetail. Dirinya berniat untuk mencari tahu lebih lanjut setelah bertemu langsung dengan pihak keluarga inti di dalam rumah duka.

"Ah itu wallahu a'lam, saya sendiri ini baru ketemu sekarang, dengan istrinya, dan dengan anaknya ya. Nanti saya tanyakan ya," pungkas Oso.

 

Reporter: Nur Habibie (Merdeka.com)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6