Menag Nasaruddin Umar Laporkan Gratifikasi usai Pakai Jet Pribadi, KPK Beri Sinyal Panggil OSO

Menag Nasaruddin Umar melaporkan dugaan gratifikasi ke KPK setelah menerima fasilitas jet pribadi dari OSO.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 13:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KPK akan menganalisis laporan gratifikasi Menag Nasaruddin Umar terkait fasilitas jet pribadi.
  • Menag Nasaruddin melaporkan sendiri fasilitas jet pribadi dari OSO ke KPK.
  • KPK akan memanggil pihak terkait, termasuk OSO, setelah analisis laporan selesai.

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menganalisis laporan dugaan grarifikasi dari Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah menerima fasilitas jet pribadi dari mantan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO).

"Dari laporan ini tim akan cek kelengkapan pelaporannya dan dilakukan analisis, untuk kemudian diputuskan status pemberian fasilitas tersebut," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Senin (23/2/2026).

Setelah analisis selesai, Budi mengatakan KPK memungkinkan untuk memanggil pihak-pihak terkait, termasuk OSO.

"Dalam analisis, dimungkinkan untuk meminta informasi tambahan ataupun keterangan pihak-pihak tertentu," tambah Budi saat dikonfirmasi terkait kemungkinan pemanggilan Oesman Sapta Odang dalam dugaan gratifikasi tsrsebut.

Menag Sambangi KPK

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk melaporkan dugaan gratifikasi terkait fasilitas jet pribadi. Fasilitas itu digunakan saat ke Takalar, Sulawesi Selatan.

"Ya untuk menyampaikan tentang terkait dengan kemarin, kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan ya, di Makassar untuk dengan menggunakan pesawat khusus itu ya," ucap Nasaruddin di Gedung ACLC KPK, Senin (23/2/2026).

Nasaruddin mengatakan, proses laporan tersebut berjalan dengan lancar. Dia berharap, sikapnya ini bisa dicontoh oleh seluruh jajaran staf hingga lapisan bawah.

"Alhamdulillah sudah berjalan lancar dan itulah tekad saya, saya ingin menjadi contoh ya terhadap para bawahan kami nanti, staf kami di seluruh lapisan bawah," kata dia kepada wartawan.

Sementara itu, Nasaruddin beralasan dirinya menggunakan pesawat jet pribadi karena sudah tengah malam dan tidak ada pesawat komersial lain. Ia juga harus segera kembali ke Jakarta paginya untuk mempersiapkan sidang isbat.

"Karena jam 11 malam kan nggak mungkin ada pesawat lagi ke sana dan besok paginya balik lagi karena ada persiapan sidang isbat," kata Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6