Mahkamah Konstitusi (MK) diguncang kasus suap pengurusan 2 sengketa Pilkada dengan ditangkapnya Akil Mochtar oleh KPK. Meski begitu, Survei Setara Institute menunjukkan, MK masih dipercaya para ahli tata negara untuk bisa kembali mendapatkan kepercayaan publik.
"Meski disesalkan, namun responden yang merupakan para ahli tata negara percaya MK bisa memulihkan kepercayaan publik," kata Ketua Setara Institute Hendardi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2013).
Hendardi mengungkapkan, dari 200 ahli tata negara yang menjadi responden, sebanyak 82,1% masih percaya MK bisa segera memulihkan kepercayaan publik. Sedangkan sisanya, 17,9% ahli tata negara menyatakan tidak percaya.
Para responden yang percaya, lanjut dia, disebabkan kinerja Majelis Kehormatan Konstitusi (MKH) yang memberhentikan Akil tidak dengan hormat. "Kinerja MKH itu telah menjadi upaya recovery kepercayaan publik pada MK," ujar dia.
"Dugaan keterlibatan Akil dalam kasus suap pemilukada itu, secara tidak langsung telah mengubah pandangan para ahli tentang kinerja MK secara keseluruhan," imbuh Hendardi.
Adapun survei ini bertujuan untuk mengetahui persepsi 200 ahli tata negara tentang kinerja MK. Laporan indeks persepsi ini dilakukan sejak 7 sampai 15 Oktober 2013.
Survei kuantitatif ini menggunakan metode purposif dalam menetapkan sampel survei, yang mana Setara Institute memilih dan menetapkan secara cermat 200 ahli yang memiliki ciri-ciri spesifik dan karakteristik tertentu sehingga relevan dengan struktur dan tujuan penelitian.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam survei ini adalah web-based survey. Di mana para responden yang terpilih mengisi kuosioner di website Setara Institute sesuai dengan username dan password yang diberikan. Sehinggga keberulangan mengisi kuosioner dapat dihindari. (Mut)
"Meski disesalkan, namun responden yang merupakan para ahli tata negara percaya MK bisa memulihkan kepercayaan publik," kata Ketua Setara Institute Hendardi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2013).
Hendardi mengungkapkan, dari 200 ahli tata negara yang menjadi responden, sebanyak 82,1% masih percaya MK bisa segera memulihkan kepercayaan publik. Sedangkan sisanya, 17,9% ahli tata negara menyatakan tidak percaya.
Para responden yang percaya, lanjut dia, disebabkan kinerja Majelis Kehormatan Konstitusi (MKH) yang memberhentikan Akil tidak dengan hormat. "Kinerja MKH itu telah menjadi upaya recovery kepercayaan publik pada MK," ujar dia.
"Dugaan keterlibatan Akil dalam kasus suap pemilukada itu, secara tidak langsung telah mengubah pandangan para ahli tentang kinerja MK secara keseluruhan," imbuh Hendardi.
Adapun survei ini bertujuan untuk mengetahui persepsi 200 ahli tata negara tentang kinerja MK. Laporan indeks persepsi ini dilakukan sejak 7 sampai 15 Oktober 2013.
Survei kuantitatif ini menggunakan metode purposif dalam menetapkan sampel survei, yang mana Setara Institute memilih dan menetapkan secara cermat 200 ahli yang memiliki ciri-ciri spesifik dan karakteristik tertentu sehingga relevan dengan struktur dan tujuan penelitian.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam survei ini adalah web-based survey. Di mana para responden yang terpilih mengisi kuosioner di website Setara Institute sesuai dengan username dan password yang diberikan. Sehinggga keberulangan mengisi kuosioner dapat dihindari. (Mut)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/100/original/041043700_1417969216-IMG_20141207_225622_edit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7727/original/1-pelantikan-ketua-mk-131107b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/31/original/066230900_1744296913-me.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2837308/original/024471100_1561462449-20190625-Jelang-Sidang-Pembacaan-Putusan_-Penjagaan-Gedung-MK-Diperketat9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261503/original/075406900_1781718707-1001734165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259939/original/030547100_1781522223-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_18.07.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4855375/original/074220500_1717668992-berita_1710939625_7ca3357cefdd97089ada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259949/original/079867300_1781523295-Screenshot_2026-06-15_at_18.30.29.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565509/original/085007700_1693989047-IMG_20230906_140234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2992830/original/020508800_1576041384-IMG_2172.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5723089/original/046545500_1778614005-uu-tipikor-digugat-ke-mk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4993156/original/027747200_1730890795-20241106-Dharma_Pongrekun-HER_1.jpg)