Pesan Suara jadi Penyebab Duel Berdarah WN Brunei di Blok M

Polisi mengungkapkan, pemicu cekcok berujung duel maut dua WN Brunei di Blok M.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Selebgram aniaya WN Brunei di Blok M hingga tewas karena emosi dan tantangan.
  • Pelaku MIA memukul kepala korban dengan paper bag berisi botol saat mabuk.
  • Korban meninggal setelah dirawat; pelaku MIA ditangkap polisi di Kebayoran Lama.

Liputan6.com, Jakarta - Pesan suara bernada tantangan diduga menjadi pemicu penganiayaan yang menewaskan seorang warga negara Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dalam kondisi diduga mabuk dan emosi, pelaku yang juga seorang selebgram menghantam kepala korban hingga tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kasus itu bermula dari kesalahpahaman antara tersangka MIA dengan salah satu saksi. Korban kemudian ikut membela saksi tersebut hingga terjadi adu mulut dengan tersangka.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, motifnya diduga karena tersangka tersulut emosi,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, situasi sempat memanas sebelum keduanya bertemu di Blok M. Korban disebut mengirim pesan suara atau voice note bernada tantangan berkelahi.

Saat korban dan tersangka akhirnya bertemu, suasana berubah semakin konfrontatif. Dari hasil penyelidikan, tersangka diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

Dalam kondisi emosi, MIA memukul korban satu kali ke arah kepala menggunakan tangan kanan yang saat itu memegang paper bag berisi botol minuman.

“Akibat pemukulan itu korban terjatuh di lokasi kejadian,” ujar Budi.

Kronologi Keributan

Sebelumnya, korban MHF (30) tewas setelah sempat menjalani perawatan di RSPP. Peristiwa bermula saat korban berada di depan Restu Sport, Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru pada Rabu, 6 Mei 2026. Tak lama kemudian, datang beberapa orang dan sempat berbincang dengan korban.

Sekitar pukul 03.28 WIB, tersangka MIA (33) datang bersama rekannya menggunakan mobil. Saat turun, pelaku membawa paper bag hitam yang diduga berisi botol kaca.

Pelaku lalu menghampiri korban hingga terjadi cekcok di pintu masuk Blok M Hub. Adu mulut kemudian berlanjut ke depan Restu Sport.

“Terduga pelaku diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh,” ujar Budi.

Usai kejadian, korban sempat dibawa ke RSPP. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 16 Mei 2026.

“Kami berhasil menangkap satu orang tersangka berinisial MIA, laki-laki, 33 tahun, WNA asal Brunei Darussalam, pada Senin, 25 Mei 2026, di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat ini tersangka telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6