Antisipasi Lonjakan Libur Idul Adha, Jasa Marga Siapkan Skema Urai Macet di Tol Trans Jawa

PT Jasamarga Transjawa Tol menyiagakan penuh seluruh layanan operasional di sepanjang Ruas Trans Jawa guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah.

Diterbitkan 27 Mei 2026, 05:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • JTT siapkan layanan tol Trans Jawa hadapi lonjakan Idul Adha 2026.
  • Optimalisasi meliputi gardu tol, petugas, armada darurat 24 jam, dan pemantauan real-time.
  • Koordinasi dengan polisi dan imbauan pengguna jalan untuk perencanaan perjalanan.

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional Ruas Trans Jawa untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas pengendara pada periode libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Antisipasi pengamanan arus lalu lintas ini diproyeksikan berlangsung mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2026.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa optimalisasi layanan ini mencakup transaksi, pengaturan lalu lintas, kesiagaan petugas, hingga pemantauan kondisi di lapangan secara real time. Langkah tersebut diambil demi memastikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jalan tol.

"Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman, nyaman dan lancar selama periode libur panjang," kata Ria Marlinda Paallo di Bekasi, Selasa (26/5/2026).

Guna mendukung kelancaran arus kendaraan di gerbang tol utama, pihak pengelola menyiagakan 17 gardu transaksi ke arah Palimanan dan 13 gardu ke arah Jakarta. Skema gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama ini nantinya akan dioperasikan secara situasional sesuai dengan perkembangan kondisi arus lalu lintas di lapangan.

Optimalisasi ini dibarengi dengan penyiapan petugas operasional di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan ekstrem. Fokus pemantauan akan diarahkan pada beberapa jalur utama, meliputi Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Palimanan-Kanci, Semarang Seksi A, B, C, hingga Tol Surabaya-Gempol.

Selain kesiapan gerbang transaksi, PT JTT juga menyiagakan puluhan armada layanan lalu lintas yang dipastikan beroperasi selama 24 jam penuh. Manajemen menurunkan 31 unit kendaraan derek, tujuh unit ambulans, enam unit kendaraan penyelamat (rescue), 17 unit Patroli Jalan Raya (PJR), serta 19 unit Mobile Customer Service.

"Armada-armada ini disiagakan untuk mendukung penanganan kondisi darurat, menjaga kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan," ujar Ria.

 

Kesiagaan Armada Darurat 24 Jam

 

Pemantauan kondisi pergerakan kendaraan dilakukan secara langsung melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan pusat pengendalian informasi, serta didukung papan informasi digital (Dynamic Message Sign) untuk memberikan rincian situasi terkini kepada pengendara.

PT JTT terus memperkuat koordinasi dengan pihak Kepolisian dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk mengantisipasi potensi kemacetan. Termasuk di antaranya penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional berdasarkan diskresi penuh dari kepolisian di lapangan.

Ria mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan untuk merencanakan waktu keberangkatan dengan matang, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, dan memeriksa kecukupan saldo uang elektronik. Pengguna jalan juga diminta memanfaatkan aplikasi Travoy atau pusat panggilan di nomor 14080 untuk memantau rute perjalanan mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6