Jakarta dan Brebes Dipastikan Terserang Flu Burung

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menunjukkan Jakarta dan Brebes terserang flu burung. Ribuan anak burung puyuh dibakar di Bandara Supadio Pontianak, Kalbar.

Diterbitkan 27 Januari 2004, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Yogyakarta: Wabah flu burung juga menyerang Jakarta dan Brebes, Jawa Tengah. Di Jakarta, flu burung menyerang ayam, sedangkan di Brebes, virus ini menerjang bebek. Demikian hasil penelitian sampel ayam dan bebek dari sejumlah daerah di Pulau Jawa yang dilakukan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, baru-baru ini. Karena itu, Dekan FKH UGM Wasito, salah seorang anggota tim peneliti, meminta pemerintah segera memusnahkan hewan-hewan ternak tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran virus flu burung.

"Penelitian di Laboratorium Imunorologi dan Molekuler Rumah Sakit Hewan FKH UGM, yang positif itu, sampel ribuan unggas yang mati, yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya dan dari bebek di Brebes," kata dia. Penelitian ini dilakulan menyusul wabah flu burung di sejumlah wilayah, khususnya di Pulau Jawa. Tim peneliti terdiri dari Dekan FKH UGM Wasito dan Pengajar FKH UGM Hastari Wuryastuti bekerja sama dengan peneliti Laboratorium Virologi Michigan State University Amerika Serikat Prof Roger K. Maes.

Penelitian DNA (Deoxyribonucleic Acid atau senyawa kimia yang membentuk gen) sampel unggas dilakukan baik dalam keadaan sakit, mati, maupun potongan organ beku yang diambil dari berbagai daerah. Dari penelitian itu, hanya DNA sampel ayam dari Jakarta dan sekitarnya serta bebek dari Brebes yang positif terserang flu burung.

Sedangkan untuk wilayah lain di Pulau Jawa, indikasi tersebut belum ditemukan. "Untuk daerah-daerah lain yang kita periksa dari Blitar, Solo, Yogyakarta, dan Kendal dengan uji molukuler itu ternyata negatif," kata dia. Penyebab kematian ribuan ayam di kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta itu dipastikan karena terjangkit newcastle desease atau ND ganas yang dikenal dengan istilah tetelo [baca: Ratusan Ribu Ayam di Banyumas Mati Misterius].

Sejauh ini, serangan wabah virus tetelo belum mereda. Sudah hampir sepuluh hari belakangan, hampir ribuan ayam milik sejumlah peternak di Kota Mojokerto dan Gresik, Jatim, mati. Di Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Mojokerto, misalnya, setiap hari hampir ratusan ekor ayam ternak sekarat dan mati. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Mojokerto, drh Warido menjelaskan dari ciri-ciri awal diketahui ayam tersebut terserang virus tetelo vilogenik atau yang dikenal dengan tetelo. Untuk menanggulangi masalah ini peternak ayam disarankan segera melakukan sterilisasi dan memusnahkan ayam yang tampak mulai terserang virus.

Matinya ribuan ayam ini juga dialami sejumlah peternak ayam di Kota Gresik. Rahmat, salah satu peternak ayam di Kecamatan Sidayu mengatakan angka kematiannya bertambah saban hari. Beberapa obat-obatan sudah diberikan namun tidak manjur. Ayam yang mulai terserang virus tersebut diketahui dari gejala awal bagian paruh yang tampak membiru dan bercak-bercak merah di bagian kakinya. Para peternak ayam ini berharap Pemerintah Kabupaten Gresik segera bertindak. Sebab, akibat virus mematikan itu, ratuan peternak ayam di sana terancam gulung kandang, eh tikar.

Sementara itu, lebih dari 1.600 ekor anak burung puyuh yang teridentifikasi terserang penyakit flu burung dibakar di Pontianak, Kalimantan Barat. Pemusnahan untuk memutus penyebaran penyakit yang bisa menulari manusia itu dilakukan setelah melalui pemeriksaan Stasiun Karantina Hewan yang bertugas di Bandar Udara Supadio, Pontianak. Demikian dikemukakan Kepala Stasiun Karantina Hewan Kelas I Pontianak dokter hewan Soleh Anwar.

Ratusan anak burung puyuh tersebut dikirim seseorang dari Yogyakarta melalui Jakarta yang menurut rencana untuk keperluan peternakan. Gubernur Kalbar Usman Jafar juga telah mengambil langkah antisipasi dengan mengeluarkan surat edaran memperketat pengawasan di bandara serta pelabuhan laut untuk mencegah masuknya unggas dari luar wilayah Kalbar.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6