Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta menemukan permasalahan dalam pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di grey area, seperti apartement fan dan rumah susun. Hal ini berpotensi menimbulkan pelanggaran dan sengketa.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan, temuannya itu didapat berdasarkan pengawasannya selama 2 bulan terakhir di rumah susun dan apartemen yang ada di Jakarta.
"Misalnya Pantarlih (Panitia Pemutakhiran Data Pemilih) dalam melakukan pemuktahiran data, banyak berhadapan dengan penduduk di grey area. Grey area seperti itu rumah susun dan apertemen," kata Mimah, di Jakarta, Selasa (24/09/2013).
Problemnya saat ini, lanjut Mimah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimp[inan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhir-akhir ini banyak melakukan penggusuran warga yang tinggal di pemukiman ilegal dan pemukiman padat penduduk ke rumah susun sewa (Rusunawa).Â
Ia menambahkan, masyarakat yang digusur ini, sebelum penetapan DPT sudah didata dan ditentukan Tempat Pemilihan Suara (TPS). Sehingga, dengan pemindahan ini menimbulkan kebingungan dalam pendataan pemilih.
Untuk itu dia menyatakan, seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, memberikan solusinya terkait banyaknya perpindahan warga ke rusunawa itu.
"Kalau dipindahkan seharusnya ada solusi dong, apakah nanti disitu akan dibangun TPS baru atau tidak? KPU DKI harus memerbaiki itu, solusinya apa?," kata Mimah.
"Apakah penduduk itu nanti dipindahkan ke TPS lain terdekat disitu, atau dipindahkan TPS nya ke tempat itu, jadi TPS nya itu belum pasti, jadi masih TPS 0 posisinya," papar Mimah.
Untuk itu, Mimah menyatakan, Bawaslu DKI Jakarta telah menyurati KPU DKI Jakarta. Harapannya, agar KPU DKI segera menjawab solusinya. menurutnya, pendataan tersebut akan sangat berpengaruh dalam pengimputan data pemilih dalam Sistem data informasi pemilih (Sidalih).
"Inikan berpengaruh ke penginputan data sidalih yan memuat DPS Hasil Perbaikan. Kalau DPT kita belum tahu karena sidalihnya belum muncul," pungkas Mimah. (Luq/Riz)
Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan, temuannya itu didapat berdasarkan pengawasannya selama 2 bulan terakhir di rumah susun dan apartemen yang ada di Jakarta.
"Misalnya Pantarlih (Panitia Pemutakhiran Data Pemilih) dalam melakukan pemuktahiran data, banyak berhadapan dengan penduduk di grey area. Grey area seperti itu rumah susun dan apertemen," kata Mimah, di Jakarta, Selasa (24/09/2013).
Problemnya saat ini, lanjut Mimah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimp[inan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhir-akhir ini banyak melakukan penggusuran warga yang tinggal di pemukiman ilegal dan pemukiman padat penduduk ke rumah susun sewa (Rusunawa).Â
Ia menambahkan, masyarakat yang digusur ini, sebelum penetapan DPT sudah didata dan ditentukan Tempat Pemilihan Suara (TPS). Sehingga, dengan pemindahan ini menimbulkan kebingungan dalam pendataan pemilih.
Untuk itu dia menyatakan, seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, memberikan solusinya terkait banyaknya perpindahan warga ke rusunawa itu.
"Kalau dipindahkan seharusnya ada solusi dong, apakah nanti disitu akan dibangun TPS baru atau tidak? KPU DKI harus memerbaiki itu, solusinya apa?," kata Mimah.
"Apakah penduduk itu nanti dipindahkan ke TPS lain terdekat disitu, atau dipindahkan TPS nya ke tempat itu, jadi TPS nya itu belum pasti, jadi masih TPS 0 posisinya," papar Mimah.
Untuk itu, Mimah menyatakan, Bawaslu DKI Jakarta telah menyurati KPU DKI Jakarta. Harapannya, agar KPU DKI segera menjawab solusinya. menurutnya, pendataan tersebut akan sangat berpengaruh dalam pengimputan data pemilih dalam Sistem data informasi pemilih (Sidalih).
"Inikan berpengaruh ke penginputan data sidalih yan memuat DPS Hasil Perbaikan. Kalau DPT kita belum tahu karena sidalihnya belum muncul," pungkas Mimah. (Luq/Riz)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7759/original/pemilu30402b.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299116/original/002014200_1784194153-1001467385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6466991/original/034267200_1779329143-WhatsApp_Image_2026-05-21_at_07.11.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579824/original/079855800_1778081430-tempImagev4a7Vd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574075/original/013608700_1777960959-1001225525.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553703/original/016757700_1776036610-IMG_20260410_170716.jpg)