Wali Kota Bandung Farhan Tegaskan Tak Ada Pembiaran Keberadaan TPS Liar, Ini Alasannya

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan tidak ada pembiaran terhadap keberadaan titik-titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wali Kota Bandung menolak pembiaran TPS liar yang merusak kota dan kenyamanan warga.
  • Penanganan sampah tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
  • Pasar Caringin contoh sukses kolaborasi pengelolaan sampah, jadi potensi ekonomi.

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan tidak ada pembiaran terhadap keberadaan titik-titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar karena dapat merusak wajah kota dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Saya tidak ingin ada pembiaran terhadap titik-titik sampah liar yang merusak wajah Kota Bandung dan mengganggu kenyamanan masyarakat," ujar Farhan di Bandung, Selasa (19/5/2026) dikutip dari Antara.

Dia menyoroti, penumpukan sampah saat ini masih ditemukan di berbagai titik strategis, di antaranya di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kawasan Cijambe hingga wilayah Tamansari, serta adanya keluhan dari warga terkait tata kelola sampah di lingkungan permukiman.

Farhan menegaskan, persoalan lingkungan ini tidak boleh hanya dibebankan kepada satu instansi atau pihak tertentu saja. Menurutnya, seluruh elemen pemerintahan dari tingkat atas hingga kewilayahan terkecil harus turun tangan secara aktif.

"Saya tegaskan persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah setempat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Camat, lurah, kewilayahan hingga seluruh perangkat daerah harus hadir dalam upaya menjaga kebersihan kota," ucap dia.

 

Berikan Apresiasi Pengelolaan Sampah

Kendati demikian, Farhan juga memberikan apresiasi terhadap upaya pengelolaan sampah yang dinilai telah berjalan dengan baik di sejumlah kawasan, salah satunya di Pasar Caringin.

"Program pengelolaan sampah di pasar tersebut bahkan telah mendapatkan perhatian positif dari Kementerian Lingkungan Hidup karena dinilai mampu mengubah persoalan sampah menjadi potensi ekonomi baru sekaligus solusi bagi kelestarian lingkungan," terang dia.

Farhan berharap keberhasilan di Pasar Caringin dapat menjadi contoh dan bukti bahwa krisis sampah perkotaan dapat diselesaikan melalui integrasi yang kuat.

"Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak berkolaborasi, maka solusi ini dapat diwujudkan," jelas Farhan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6