Sekitar 3 jam lamanya, Rahelia Gaby pelapor kasus dugaan penganiayaan pemain timnas Greg Nwokolo menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan. Usai diperiksa, Gaby enggan berbicara lantaran masih trauma.
Menurut kuasa hukumnya, Frans Paulus, kliennya saat ini masih trauma. Karena peristiwa itu, lanjut Frans, kliennya belum bisa bicara banyak. "Korban masih trauma dan belum bisa berbicara banyak," ujar Paulus di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).
Frans menceritakan, kejadian bermula pada Kamis 15 Agustus 2013. Saat itu, korban ditemui penyerang Tim Arema Indonesia itu di tempat kostnya, Jalan BDN II No. 18 D Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Sesampai di rumah Greg, korban langsung mandi. Sementara Greg bersama saksi, sedang mengonsumsi minuman keras jenis Wine dan Civas sambil berkaraoke dan main game.
"Kemudian korban masuk ke kamar pelaku dan langsung berbaring, tiba–tiba pelaku langsung menggerayangi tubuh korban dan mengajak untuk berhubungan badan. Namun korban tidak mau dan melawan," ujar Paulus.
Rahelia Gaby keluar dengan terus menutupi wajahnya. Gaby tidak berbicara sedikitpun. Wanita yang memiliki postur badan seperti model ini terus berada di belakang kuasa hukumnya dengan mengenakan baju hijau dan kaca mata hitam. Setelah sedikit memberi keterangan pers, Gaby langsung keluar dan masuk ke dalam mobil Honda CRV Hitam dengan nomor polisi B 98 AHW.
Greg yang juga penyerang Arema Indonesia, langsung bereaksi tegas menanggapi adanya pelaporan atas dirinya yang dituduh melakukan tindak penganiayaan terhadap wanita bernama Rahelia Geby. Pemain naturalisasi asal Nigeria tersebut telah menunjuk seorang pengacara. "Tuduhan penganiayaan itu tidak benar. Itu cuma fitnah dan kabar bohong," tegas Greg seperti yang dikutip dari laman resmi Arema.
Menurut polisi, kasus ini bukan pemerkosaan atau tindakan asusila melainkan penganiayaan. "Yang melapor seorang perempuan, bukan pemerkosaan ya, tapi penganiayaan," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta, Senin (19/8/2013). (Ism/Ary)
Menurut kuasa hukumnya, Frans Paulus, kliennya saat ini masih trauma. Karena peristiwa itu, lanjut Frans, kliennya belum bisa bicara banyak. "Korban masih trauma dan belum bisa berbicara banyak," ujar Paulus di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).
Frans menceritakan, kejadian bermula pada Kamis 15 Agustus 2013. Saat itu, korban ditemui penyerang Tim Arema Indonesia itu di tempat kostnya, Jalan BDN II No. 18 D Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Sesampai di rumah Greg, korban langsung mandi. Sementara Greg bersama saksi, sedang mengonsumsi minuman keras jenis Wine dan Civas sambil berkaraoke dan main game.
"Kemudian korban masuk ke kamar pelaku dan langsung berbaring, tiba–tiba pelaku langsung menggerayangi tubuh korban dan mengajak untuk berhubungan badan. Namun korban tidak mau dan melawan," ujar Paulus.
Rahelia Gaby keluar dengan terus menutupi wajahnya. Gaby tidak berbicara sedikitpun. Wanita yang memiliki postur badan seperti model ini terus berada di belakang kuasa hukumnya dengan mengenakan baju hijau dan kaca mata hitam. Setelah sedikit memberi keterangan pers, Gaby langsung keluar dan masuk ke dalam mobil Honda CRV Hitam dengan nomor polisi B 98 AHW.
Greg yang juga penyerang Arema Indonesia, langsung bereaksi tegas menanggapi adanya pelaporan atas dirinya yang dituduh melakukan tindak penganiayaan terhadap wanita bernama Rahelia Geby. Pemain naturalisasi asal Nigeria tersebut telah menunjuk seorang pengacara. "Tuduhan penganiayaan itu tidak benar. Itu cuma fitnah dan kabar bohong," tegas Greg seperti yang dikutip dari laman resmi Arema.
Menurut polisi, kasus ini bukan pemerkosaan atau tindakan asusila melainkan penganiayaan. "Yang melapor seorang perempuan, bukan pemerkosaan ya, tapi penganiayaan," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta, Senin (19/8/2013). (Ism/Ary)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/32357/original/greg-aniaya-130820b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315748/original/030984800_1785885586-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_07.43.32.jpeg)