Stasiun Senen Belum Juga Sediakan Loket Khusus Lansia dan Difabel

Komunitas pecinta kereta api, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) pertanyakan loket khusus lansia dan difabel di Stasiun Senen.

Diterbitkan 06 Agustus 2013, 13:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Untung Rustadi Soekono, salah seorang anggota pecinta Kereta Api yang tergabung dalam Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), mengunjungi Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Ia mengaku ingin bertemu langsung dengan Kepala Stasiun Senen, Dwi Sulistiyono.

Untung dan komunitasnya mempertanyakan tentang belum tersedianya loket khusus lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas di stasiun-stasiun kereta api, salah satunya di Stasiun Senen.

"Awal Desember 2012 lalu ada gathering pecinta kereta api di Garut. Saya sudah kasih masukan untuk sediakan loket lansia dan difabel ke Direktur Komersil waktu itu namanya Pak Wawan," ujar Untung di Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Pria berusia 65 tahun itu mengatakan, sudah sekitar 8 bulan. Namun hingga saat ini belum ada realisasi dari pihak PT KAI. Padahal menurut dia, keberadaan loket khusus lansia dan difabel sangat diperlukan karena dapat mempermudah mereka. Dia menyayangkan para penumpang disatukan pelayanannya dalam 1 loket. Sementara para lansia dan difabel tentunya memiliki keterbatasan.

"Sudah saya jadikan masukan. Kok sampai sekarang belum direalisasikan? Harusnya disediakan khusus lansia, ibu hamil misalnya," ujar Untung yang mengaku menyukai kereta api sejak kecil itu.

Untung yang menunggu sekitar 10 menit, belum juga dapat bertemu Dwi yang sedang melakukan pemantau pemudik. Sehingga ketika salah seorang petugas KA melintas, dia pun langsung mengeluhkan tentang loket lansia difabel tersebut. Namun, dia hanya mendapatkan jawaban singkat," Ya akan kita perhatikan," ujar petugas KA tersebut sambil meminta Untung untuk menunggu sebentar.

Pantauan Liputan6.com, dari 20 loket pemesanan dan penjualan tiket di Stasiun Senen, tidak ada satu pun loket khusus lansia dan difabel yang tersedia. Semua penumpang, baik tua maupun muda, berbaur di loket-loket tersebut. (Frd/Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6