Bambang Soesatyo Golkar: `Nyanyian` Nazaruddin itu Pesanan

Pada waktu di pelariannya di Kolombia, Nazarudin ngoceh-ngoceh dengan menyebut-nyebut nama petinggi Partai Demokrat.

Diterbitkan 02 Agustus 2013, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menemukan adanya titik yang menarik dari 'nyanyian' Muhammad Nazarudin tentang para politisi yang diduga terlibat dalam pelbagai kasus korupsi. Menurut Bambang, 'nyanyian' Nazar hanya berdasarkan pesanan.

"Hal yang menarik, mengapa hanya tokoh-tokoh tertentu dari partai tertentu yang dihajar? Namun ketika ditanya tokoh-tokoh partainya, dia bungkam," kata Bambang dalam pesan singkatnya, Jumat (2/8/2013).

Sebab, menurut Bambang, pada waktu di pelariannya di Kolombia, Nazarudin 'ngoceh-ngoceh' dengan menyebut-nyebut nama petinggi Partai Demokrat.

"Jadi, dugaan saya. Apa yang dimainkan Nazar kemarin itu adalah pesanan. Ada orang yang selama ini melindungi dia di penjara makanya dia bebas memimpin rapat dan mengendalikan bisnis kotornya dari dalam penjara," kata Bambang.

Sehingga, kata Bambang, orang yang melindungi Nazar, yang mengendalikan Nazar untuk menghantam tokoh-tokoh partai lain agar skor-nya seimbang dengan partai penguasa, tengah menghadapi masalah korupsi.

"Ucapan ketua KPK Abraham Samad perlu didalami. Menurut Abraham, mengapa Wamenkumham menutup mata dan pura-pura tidak tahu," kata politisi yang karib disapa Bamsoet ini.

Bahkan, menurut Bambang, Wamenkumham tidak melakukan sidak ke sel Nazar. "Kenapa yang disidak hanya para terpidana lain? Sinyalemen Ketua KPK hingga kini tidak terjawab," tegas Bamsoet. (Ary/Ism)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6