Liputan6.com, Jakarta - Salah satu saksi kembali membongkar dugaan pencabulan yang dilakukan pendakwah yang dikenal dengan nama Syekh Ahmad Al Misry. HB Mahdi nama saksi itu. Dia mengaku baru bicara setelah merasa mendapatkan kesaksian yang cukup.
Dari penelusurannya, pola pelecehan berulang dengan korban mayoritas santri laki-laki yang dijanjikan berangkat ke Mesir.
Mahdi mengaku pertama kali menerima informasi adanya kasus itu pada 13 November 2025. Ia ditelepon Habib Abdurrahman Habsy sekitar pukul 03.00 WIB. Ia diminta membantu menangani dugaan kasus asusila yang melibatkan seorang ustaz.
Advertisement
"Saya tanya siapa ustaznya. Disebutkan Ahmad Misri. Saya kenal, tapi sudah 10 tahun tidak bertemu,” kata dia kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
Awalnya Mahdi mengaku spontan menanggapi santai. Namun ia langsung sadar persoalan tidak sesederhana itu.
"Ya sudah, nikahkan saja. Tapi ternyata masalahnya tidak sepele,” katanya.
Pagi harinya, Mahdi dimasukkan ke dalam grup. Namun selama tiga hari tak ada respons saat ia mencoba berkomunikasi.
"Dari tanggal 13, 14, 15 tidak ada yang menjawab,” ujarnya.
Situasi berubah saat ia menerima kiriman video dari Ustaz Abi Makki. Salah satu potongan video berdurasi singkat membuatnya kaget.
"Ada kalimat yang membuat saya kaget,” katanya.
Dari situ, ia mulai menelusuri rekaman lain dengan sosok yang sama. Semakin ia menyimak, semakin ia merasa ada yang tak beres. “Kok sampai ke situ? Kok pelecehan di luar nalar, dilakukan kepada santri,” kata dia.
Upaya Lindungi Korban Sampai ke Mesir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
Mahdi lalu meminta dipertemukan dengan korban. Pertemuan pertama berlangsung 17 November 2025 di Depok. Ia membatalkan seluruh kegiatannya hari itu. Sejumlah pihak hadir, di antaranya Ustaz Abi Makki dan Yusuf Mansur.
Dalam pertemuan itu, dibahas juga peristiwa tahun 2021 yang sempat terjadi di kediaman KH Muhammad Cholil Nafis. Masalah lain muncul saat korban disebut terpencar. Salah satu korban bahkan berada di Mesir dan masih di bawah umur.
"Saya bilang jangan di-blow up dulu. Kita amankan dulu anak ini,” ujarnya.
Malam itu juga, Mahdi mengaku langsung menghubungi Kementerian Luar Negeri dan Komisi I DPR untuk meminta perlindungan.
"Setengah jam kemudian saya ditelepon KBRI. Korban langsung direspons dan diawasi sampai kembali ke Indonesia,” ujar dia.
Penelusuran lalu mengarah ke Bandung. Pada 19 November, Mahdi bertemu korban yang mengalami trauma berat.
"Tidak gampang meyakinkan korban. Dia trauma, bahkan tidak respek lagi sama ustaz," ujarnya.
Setelah berjam-jam, korban akhirnya bercerita. Dari pertemuan di Bandung, Mahdi menangkap satu pola ceritanya.
Kisah bermula dari Purbalingga, saat korban berusia 15 tahun. Pelaku datang ke pesantren, menawarkan keberangkatan ke Mesir untuk menjadi hafiz. Setelah korban setuju, muncul dalih “cek fisik” yang, menurut pengakuan korban, berujung pada sentuhan di bagian sensitif.
Perjalanan ke Mesir tetap berlangsung. Namun sebelum itu, di Jakarta, tindakan serupa disebut kembali terjadi. Kali ini dengan alasan melatih kemampuan berbicara.
Advertisement
Ada Intimidasi dan Ancaman Pelaporan
Sehari berselang, Mahdi menemui korban lain di Bogor. Reaksinya lebih keras. Korban histeris dan menolak kehadirannya.
"Saya sudah tidak percaya lagi sama ustaz,” ujar korban, ditirukan Mahdi.
Dari sejumlah pertemuan itu, Mahdi menyimpulkan sedikitnya tiga korban memiliki pola sama yaitu laki-laki, santri, dijanjikan ke Mesir, dan tidak saling mengenal. Mahdi juga menyinggung adanya ancaman terhadap saksi. Ia menyebut bisa menjerat pihak yang mengintimidasi dengan sejumlah pasal pidana.
"Saya punya bukti. Jangan macam-macam,” tegasnya.
Proses hukum, kata Mahdi, berjalan sejak laporan dibuat ke Bareskrim Polri. Hingga kini, sekitar 20 saksi telah dihimpun.
Dia menegaskan kasus ini bukan soal dendam atau persaingan, melainkan upaya mengungkap dugaan pelecehan terhadap santri.
"Ini soal martabat. Jangan bawa-bawa agama untuk menutupi perbuatan,” katanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3485569/original/017601500_1623927112-210618_content_spesial__6_Tips_Lindungi_Diri_dari_Pelecehan_Seksual_P.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563401/original/061018900_1776864153-Jepretan_Layar_2026-04-19_pukul_20.16.28.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563401/original/061018900_1776864153-Jepretan_Layar_2026-04-19_pukul_20.16.28.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557795/original/091756700_1776393226-1000855887.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563398/original/058415100_1776863882-Arifah_PPRT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563384/original/019024800_1776860945-Screenshot_20260422_185216_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561797/original/033863200_1776760951-utbk2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563272/original/031013000_1776852246-WhatsApp_Image_2026-04-22_at_16.16.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5563395/original/026263300_1776862714-liputan6-ratusan-aset-sitaan-negara-dilelang-nilainya-tembus-rp100-miliar-liputan6-20fc9c.jpg)