Konflik Timur Tengah, Prabowo Perintahkan Jemaah Haji Indonesia Tetap Berangkat

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar jemaah haji Indonesia akan tetap diberangkatkan.

Diterbitkan 15 April 2026, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo perintahkan haji tetap jalan kecuali dilarang Saudi.
  • Keselamatan dan keamanan jemaah haji Indonesia jadi prioritas utama.
  • Petugas perlindungan jemaah ditingkatkan hampir 100% karena situasi.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar jemaah haji Indonesia akan tetap diberangkatkan, meski ada konflik di Timur Tengah.

Dia menyampaikan pemberangkatan jemaah haji tetap dilakukan selama tak ada larangan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Presiden Prabowo kemarin mengatakan selama tidak ada kalimat tidak ada keberangkatan dari pemerintah Saudi, Insya Allah Indonesia tetap akan menjalankan atau memberangkatkan jemaah hajinya kecuali ada kata yang berbeda dari pemerintah Saudi," ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Rabu (15/4/2026).

Dia menuturkan Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan kementerian lain terkait keberangkatan jemaah haji. Termasuk, kata Gus Irfan, dengan maskapai penerbangan serta pemerintah Arab Saudi.

"Alhamdulillah komunikasi kami dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi sangat cair sehingga kami bisa berkomunikasi dengan baik. Tim kami di Kementerian Haji Indonesia secara berkala mengadakan meeting melalui Zoom untuk membahas berbagai permasalahan," ucap dia.

Disisi lain, kata Irfan, Presiden Prabowo meminta agar keselamagan dan keamanan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama.

 

Keamanan Jemaah Haji Indonesia

Irfan memaparkan, keamanan tersebut mulai dari, perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi, keamanan selama di Arab Saudi, dan keamanan logistik yang akan mendukung kegiatan jamaah di sana.

"Konflik regional yang terjadi di Timur Tengah memang menjadi perhatian utama. Presiden meminta kepada kami untuk menjadikan keselamatan dan keamanan jamaah sebagai prioritas utama," tutur Gus Irfan.

"Beliau sudah menyampaikan ini ketika Ramadan kemarin. Kemudian kita fokus pada keselamatan keamanan jamaah," sambungnya.

Gus Irfan memastikan pihaknya sudah meningkatkan petugas perlindungan jemaah (linjam) hampir 100 persen. Bahkan, hal ini dilakukan sebelum meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Kita Alhamdulillah tahun ini tanpa mengetahui apa yang akan terjadi di Timur Tengah tahun ini kita sudah sejak awal sudah meningkatkan jumlah perlindungan jamaah hampir 100 persen," ucap dia.

"Ternyata memang dibutuhkan peningkatan Linjam karena situasi di sana masih belum bisa dipastikan," imbuh Gus Irfan.

Sebagai informasi, jemaah haji Indonesis akan mulai masuk asrama pada 21 April 2026. Sedangkan, keberangkatan jemaah haji akan dimulai pada 22 April sampai 21 Mei 2026.

Kloter terakhir keberangkatan jemaah haji dijadwalkan pada 21 Mei 2026. Operasional pemulangan haji dimulai tanggal 1 Juni sampai 1 Juli 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6