Top 3 News: BEM Beberkan Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI Melalui Grup Chat

Top 3 news hari ini terkait BEM UI mengambil langkah tegas, mendukung korban dugaan pelecehan seksual pada grup chat.

Diterbitkan 15 April 2026, 09:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengambil langkah tegas, mendukung korban dugaan pelecehan seksual pada grup chat. Diketahui, terdapat tersangka 16 oknum mahasiswa yang terlibat pada grup chat terkait dugaan pelecehan seksual.

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan dugaan pelecehan seksual pada grup chat terungkap ada Minggu 12 April 2026.

IKM UI dan masyarakat Indonesia dikejutkan atas terbongkarnya isi percakapan sebuah grup chat yang melibatkan 16 oknum mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melalui sebuah akun X @sampahfhui.

Sementara itu, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin 13 April 2026 berlangsung akrab dan hangat.

Selain membahas soal sejumlah kerja sama dan isu strategis, kedua pemimpin negara itu juga saling bertukar cinderamata sebagai tanda persahabatan dan kenang-kenangan.

Sebelum berpamitan, Putin memberikan cinderamata berupa samovar, alat tradisional dari Rusia untuk memasak air dan merebus teh. Sedangkan Prabowo memberikan vas bunga bercorak batik khas Indonesia serta miniatur Candi Borobudur kepada Putin sebagai simbol kekayaan budaya dan warisan peradaban bangsa Indonesia.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta kian meresahkan.

Di tengah rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas penangkapan massal, pakar IPB University mengingatkan bahwa pendekatan tersebut belum cukup efektif jika dilakukan secara tunggal.

Pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Dr Charles PH Simanjuntak menegaskan, pengendalian populasi ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terpadu.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa 14 April 2026:

1. BEM Beberkan Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI Melalui Grup Chat

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengambil langkah tegas, mendukung korban dugaan pelecehan seksual pada grup chat. Diketahui, terdapat tersangka 16 oknum mahasiswa yang terlibat pada grup chat terkait dugaan pelecehan seksual.

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan dugaan pelecehan seksual pada grup chat terungkap ada Minggu 12 April 2026.

IKM UI dan masyarakat Indonesia dikejutkan atas terbongkarnya isi percakapan sebuah grup chat yang melibatkan 16 oknum mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melalui sebuah akun X @sampahfhui.

"Isi percakapan tersebut memuat pelecehan dan objektifikasi terhadap perempuan, mulai dari sesama mahasiswa, bahkan hingga para dosen di fakultas mereka sendiri," ujar Fathimah kepada wartawan, Selasa 14 April 2026.

 

Selengkapnya...

2. Prabowo Beri Oleh-Oleh Khas Indonesia untuk Putin, Apa Itu?

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin 13 April 2026 berlangsung akrab dan hangat.

Selain membahas soal sejumlah kerja sama dan isu strategis, kedua pemimpin negara itu juga saling bertukar cinderamata sebagai tanda persahabatan dan kenang-kenangan.

Sebelum berpamitan, Putin memberikan cinderamata berupa samovar, alat tradisional dari Rusia untuk memasak air dan merebus teh.

Sementara itu, Prabowo memberikan vas bunga bercorak batik khas Indonesia serta miniatur Candi Borobudur kepada Putin sebagai simbol kekayaan budaya dan warisan peradaban bangsa Indonesia.

"Ini dari Indonesia khusus, vas. Ini juga miniatur Borobudur," kata Prabowo ke Putin, sebagaimana dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Selasa 14 April 2026.

 

Selengkapnya...

3. Marak Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Pakar IPB University Sarankan Tiga Strategi Efektif

Ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta kian meresahkan. Di tengah rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas penangkapan massal, pakar IPB University mengingatkan bahwa pendekatan tersebut belum cukup efektif jika dilakukan secara tunggal.

Pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Dr Charles PH Simanjuntak menegaskan, pengendalian populasi ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terpadu.

"Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu. Mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis," ujar Charles.

Dia menjelaskan, ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys Pardalis) merupakan ikan asing introduksi yang dikenal sebagai spesies invasif dengan kemampuan reproduksi sangat tinggi.

 

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6