Ribuan Warga Padati Kedubes AS Jakarta, Doakan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Massa bahkan membeludak hingga ke gerbang Monas dekat Stasiun Gambir.

Diterbitkan 05 April 2026, 10:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ribuan warga gelar aksi di Kedubes AS Jakarta, belasungkawa 3 TNI gugur di Lebanon.
  • Aksi diprakarsai MOI, juga suarakan dukungan kemerdekaan Palestina.
  • Tiga prajurit gugur adalah Mayor Zulmi, Serka M. Nur, Kopda Farizal, bagian dari UNIFIL.

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan warga menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026). Aksi ini sebagai bentuk belasungkawa terhadap tiga personel TNI yang gugur di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pantauan di lokasi pada pukul 08.30 WIB, masa aksi yang diprakarsai oleh Majelis Ormas Islam (MOI) itu memadati area Jalan Merdeka Selatan arah barat.

Massa bahkan membeludak hingga ke gerbang Monas dekat Stasiun Gambir. Sebagian dari mereka terlihat membawa bayi dan anak kecil dalam aksi itu.

Massa aksi bertajuk "Berjuta Doa untuk Syuhuda" itu mengenakan pakaian berupa gamis yang mayoritas berwarna putih dengan atribut Indonesia dan Palestina.

Di seberang Kedubes AS, tepatnya di samping barikade beton, panggung orasi berdiri dengan tinggi sekitar dua meter. Pada latar belakang panggung itu, terpampang gambar ketiga perajurit TNI yang gugur.

Identitas 3 TNI Gugur

Tiga prajurit yang gugur dalam tugas tersebut, yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon merupakan bagian dari pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Selain doa bersama bagi ketiga perajurit itu, aksi tersebut juga menyuarakan sejumlah isu, termasuk kemerdekaan Palestina.

Masa aksi pun tak ketinggalan berdendang bersama dengan lagu-lagu terkait tajuk aksi. Selama lagu didendangkan, bendera-bendera Palestina dikibarkan oleh massa aksi.

Hingga pukul 08.45 WIB, massa aksi terus berdatangan. Sebagian hanya beranjak sebentar untuk mencari makan, lalu kembali bergabung bersama massa aksi lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6