Rutan Pelaihari Kalsel Garap 20 Hektare Sawah, Turut Libatkan Warga Binaan

Rutan Kelas IIB Pelaihari, Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Tanah Laut menggarap lahan cetak sawah rakyat.

Diterbitkan 04 April 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rutan Pelaihari dan BPP Tanah Laut garap 20 hektare sawah bersama warga binaan.
  • Program ini bekali warga binaan keterampilan dan kemandirian untuk masa depan.
  • Kegiatan ini perkuat ketahanan pangan daerah dan nasional, sejalan Asta Cita Presiden.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Tanah Laut menggarap lahan cetak sawah rakyat seluas 20 hektare oleh warga binaan melalui penanaman padi perdana di Desa Pagatan Besar.

Kegiatan tersebut menonjolkan pembinaan produktif bagi warga binaan dengan melibatkan mereka langsung dalam pengelolaan lahan pertanian, bukan sekadar seremoni penanaman simbolis.

Menurut Staf Ahli Bupati Tanah Laut Bidang Kemasyarakatan dan SDM Achmad Taufik, program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan produktif agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kedisiplinan," ujar Taufik di Pelaihari, Kabupaten Tala, melansir Antara, Sabtu (4/4/2026).

Dia mengatakan, sektor pertanian dipilih karena memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah bebas.

"Lahan seluas 20 hektare yang digarap terdiri atas 10 hektare lahan hibah dan 10 hektare lahan pinjam pakai yang dikelola secara bertahap dengan pendampingan dari penyuluh pertanian," ucap Taufik.

 

Perkuat Cadangan Pangan

Menurut Taufi, program tersebut juga disinergikan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat cadangan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

"Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan cadangan ketahanan pangan nasional," terang dia.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Kalsel Mulyadi menyebutkan keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian diharapkan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab serta kemandirian.

Selain itu, kolaborasi dengan BPP memastikan proses budi daya padi berjalan sesuai standar teknis sehingga hasil panen dapat optimal dan berkelanjutan.

"Kolaborasi ini penting agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi berlanjut menjadi kemampuan nyata yang bisa dimanfaatkan warga binaan," ucap Mulyadi.

"Penanaman padi perdana dilakukan sebagai tahap awal dari pengelolaan lahan, dengan harapan program ini mampu berkontribusi terhadap produksi pangan daerah sekaligus memperkuat fungsi pemasyarakatan berbasis kemandirian," tutup dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6