Gempa Bitung M7,6 Sebabkan Sejumlah Bangunan di Ternate Rusak Ringan, Ini Penampakannya

Untuk kerusakan di wilayah Bitung sendiri yang diakibatkan getaran gempa masih dalam pendataan.

Diterbitkan 02 April 2026, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gempa M7,3 guncang Bitung dan Maluku Utara pada 2 April 2026 pagi.
  • Gempa sebabkan kerusakan bangunan, tsunami kecil, dan satu korban tewas.
  • Masyarakat diimbau menjauhi pantai dan tetap tenang pasca gempa.

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 7,6 dengan pemutakhiran M7,3 mengguncang wilayah Bitung Sulut dan Maluku Utara, pagi ini, Kamis (2/4/2026). Getaran gempa terasa di daerah sekitarnya hingga Gorontalo Utara.

Gempa yang terjadi pukul 05.48 WIB itu juga menyebabkan sejumlah bangunan rusak ringan. Seperti gereja dan rumah warga.

"Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan," sebutnya.

Sementara itu, untuk dampak gempa untuk Kota Bitung sendiri masih terus didata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

 

Tsunami Kecil di Wilayah Halmahera Barat

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.

Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

"Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan," pungkasnya.

 

Lansia Tewas Tertimpa Bangunan Runtuh Saat Gempa

Tak hanya kerusakan, untuk kemungkinan adanya korban juga masih didata. Namun, satu warga bernama Deice Lahia dilaporkan tewas karena tertimpa bagian bangunan KONI Sulut, saat gempa terjadi. Warga Kabupaten Minahasa, Sulut itu dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado.

"Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun," ujar Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6