Top 3 News: Terbongkar Motif 2 Pegawai Ayam Geprek Tega Mutilasi Teman Lalu Disimpan di Freezer

Top 3 news hari ini terkait dua pegawai ayam geprek menghabisi rekan kerjanya saat majikan pulang mudik di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Bekasi.

Diterbitkan 01 April 2026, 09:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait dua pegawai ayam geprek menghabisi rekan kerjanya saat majikan pulang mudik di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Bekasi, Jawa Barat.

Penyebab korban dibunuh karena menolak ikut rencana pencurian. Hal itu seperti disampaikan Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, Selasa 31 April 2026.

Peristiwa terjadi saat kios ditinggal pemilik sejak 18 Maret 2026. Tiga karyawan tinggal di lokasi, namun dua pelaku diduga memanfaatkan situasi sepi. Korban, AH diajak ikut melakukan kejahatan. Ia menolak ajakan tersebut.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengatakan, tak ada kenaikan atau penyesuaian harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pernyataan ini disampaikan menepis kabar soal naiknya harga BBM untuk subsidi dan non subsidi yang akan berlaku mulai 1 April 2026. Dia berharap, hal disampaikan dapat memberi rasa tenang kepada rakyat dan memberi jaminan bahwa stok BBM masih dalam kondisi aman.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait di tengah hiruk-pikuk Pasar Kopro, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, aktivitas jual beli tetap berlangsung seperti biasa.

Pedagang menawarkan dagangan, pembeli berlalu-lalang, dan roda ekonomi terus berputar. Namun, di balik rutinitas itu, sempat muncul pemandangan yang mengusik: tumpukan sampah menggunung disertai aroma menyengat yang sulit diabaikan.

Tumpukan tersebut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menyebarkan bau hingga ke badan jalan. Kondisi ini dikeluhkan pedagang dan warga karena berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya diangkut petugas.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa 31 Maret 2026:

1. Terbongkar Motif 2 Pegawai Ayam Geprek Tega Mutilasi Teman Lalu Disimpan di Freezer

Dua pegawai ayam geprek menghabisi rekan kerjanya saat majikan pulang mudik di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Bekasi, Jawa Barat. Penyebab korban dibunuh karena menolak ikut rencana pencurian.

"Sudah, sudah kita tangkap. Sudah kita tangkap. Dua orang sudah dilakukan penahanan,' kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Peristiwa terjadi saat kios ditinggal pemilik sejak 18 Maret 2026. Tiga karyawan tinggal di lokasi, namun dua pelaku diduga memanfaatkan situasi sepi. Korban, AH diajak ikut melakukan kejahatan. Ia menolak ajakan tersebut.

 

Selengkapnya...

2. Harga BBM Tak Naik, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Resah Karena Stok Terjamin

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengatakan, tak ada kenaikan atau penyesuaian harga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pernyataan ini disampaikan menepis kabar soal naiknya harga BBM untuk subsidi dan non subsidi yang akan berlaku mulai 1 April 2026.

"Berkenaan dengan apa yang berkembang di masyarakat tentang adanya isu rencana penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak. Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo melalui keterangan video diterima, Selasa 31 Maret 2026.

 

Selengkapnya...

3. Ketika Sampah Menguasai Ruang Kota: Kisah dari Pasar Kopro hingga Flyover

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Kopro, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, aktivitas jual beli tetap berlangsung seperti biasa. Pedagang menawarkan dagangan, pembeli berlalu-lalang, dan roda ekonomi terus berputar.

Namun, di balik rutinitas itu, sempat muncul pemandangan yang mengusik: tumpukan sampah menggunung disertai aroma menyengat yang sulit diabaikan.

Tumpukan tersebut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menyebarkan bau hingga ke badan jalan. Kondisi ini dikeluhkan pedagang dan warga karena berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya diangkut petugas.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, penumpukan terjadi sejak libur Lebaran dan baru ditangani pada 31 Maret 2026 dengan pengerahan alat berat oleh petugas kebersihan.

Seorang pedagang menyebutkan, dalam kondisi normal, pengangkutan sampah dilakukan setiap hari. Namun, kali ini terjadi gangguan akibat sistem pembuangan di hilir yang belum sepenuhnya pulih.

“Semua tempat buangan kena efeknya, bukan di satu titik saja,” ujarnya.

 

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6