Kronologi Lengkap dan Identitas 3 Prajurit TNI Gugur dan 5 Luka Akibat Serangan di Lebanon

Ada dua insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Pertama, menyasar markas pasukan perdamaian. Kedua, terjadi serangan saat pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Dari dua kejadian itu, 3 anggota TNI gugur dan 5 lainnya luka.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 13:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
  • Dua insiden terpisah pada 29-30 Maret 2026 menyebabkan korban jiwa dan luka.
  • Penyebab insiden masih diinvestigasi oleh pihak UNIFIL.

Liputan6.com, Jakarta - Tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur akibat serangan pada Minggu 29 Maret 2026 dan Senin 30 Maret 2026.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah melalui keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Dia menyebutkan identitas tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Lebanon:

1. Praka Farizal Rhomadhon

2. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

3. Sertu Muhammad Nur Ichwan

Selain tiga TNI yang gugur, ada lima anggota yang mengalami luka-luka. Yakni:

1. Praka Rico Pramudia

2. Praka Bayu Prakoso

3. Praka Arif Kurniawan

4. Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana

5. Praka Deni Rianto

Dia menjelaskan, ada dua insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Insiden pertama terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon. Atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB.

Terjadi serangan di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. 

Akibat serangan ini, Praka Farizal Rhomadhon gugur. Sementara Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Insiden kedua terjadi pada Senin 30 Maret 2026. Iinsiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia.

 

Penyebab Masih Diinvestigasi

Aulia memastikan, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. 

Soal hal penyebab dari insiden tersebut, Aulia memastikan pihak UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi.

"TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6