Kabais TNI Mundur Buntut Kasus Penyerangan Air Keras Andrie Yunus

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan perkembangan penyelidikan penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 20:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penyerahan jabatan Kabais TNI terkait kasus penyerangan Andrie Yunus.
  • Empat prajurit BAIS TNI diduga terlibat penyerangan aktivis KontraS.
  • Prajurit yang terlibat kini ditahan di POM TNI untuk proses penyidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan perkembangan penyelidikan penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Menurut Aulia, update yang bisa disampaikan hari ini, bahwa telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelejen Stragetis (Kabais) TNI yang diemban Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo.

"Kami perlu sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais TNI," ujar Aulia kepada awak media di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Namun demikian, Aulia menolak menjelaskan lebih detil maksud dari pernyataan terkait apakah maksud dari hal itu adalah mundur.

Sebagai informasi, dalam inisden penyerangan terhadap Andrie Yunus, terdapat empat orang prajurit dari satuan BAIS TNI yang diyakini terlibat. Mereka diketahui, berasal dari matra AL dan AU. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES.

 

Ditahan di POM TNI

Diketahui, saat ini keempat prajurit itu sudah ditahan di POM TNI untuk diperiksa lebih dalam.

"Sampai saat ini saya sampaikan bahwa proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY sedang berjalan," ujar Aulia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6