Kapolri Imbau WFA Bisa Diterapkan Saat Arus Balik Lebaran Mulai Memuncak

Kapolri pemudik untuk mengutamakan keselamatan, beristirahat secara berkala, serta mempertimbangkan WFA di cegah penumpukan di arus balik lebaran.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 19:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kapolri memberlakukan one way nasional dan imbau pemudik utamakan keselamatan.
  • Pemerintah sarankan WFA dan transportasi alternatif kurangi kepadatan arus balik.
  • Pejabat tekankan istirahat cukup dan kondisi fisik prima pengemudi cegah kecelakaan.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi memberlakukan skema one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama, Selasa (24/3/2026).

Dia pun mengimbau ke masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, dan pemudik bisa memanfaatkan  fasilitas yang tersedia seperti rest area, pos pelayanan, dan pos terpadu.

"Silakan beristirahat jika lelah, jangan memaksakan diri. Keselamatan adalah yang utama," kata Listyo di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

Dia juga mengimbau agar masyarakat bisa menerapkan Work From Anywhere (WFA) demi mengurangi potensi penumpukan kendaraan saat puncak arus balik lebaran yang diprediksi terjadi hari ini. 

Listyo juga menuturkan, masyarakat bisa menjajal moda transportasi alternatif, seperti kereta api saat arus balik.

Sementara itu, di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menuturkan, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah semuanya berfokus untuk keselamatan masyarakat selama perjalanan.

"Agar seluruh keluarga bisa kembali dari mudik dengan selamat dan sehat," jelas dia.

Senada, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi sebagai faktor krusial dalam keselamatan perjalanan.

"Setiap tiga jam sebaiknya berhenti untuk beristirahat. Kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan," katanya.

 

Ikuti Imbauan Kapolri

Sementara, umlah kendaraan yang masuk sejumlah daerah di Jawa Tengah pada arus mudik Idulfitri 1447H mencapai 1.795.522.

Namun, hingga H-1 masuk kerja jumlah kendaraan yang keluar Jateng belum mencapai 10% atau baru 153.136 kendaraan.

"Artinya masih banyak yang belum kembali. Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa mengatur waktu perjalanan,” Ungkap Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Dia juga mendorong pemanfaatan kebijakan WFA untuk mengurangi kepadatan arus balik pada waktu tertentu.

Ia memastikan kondisi infrastruktur jalan di Jawa Tengah dalam keadaan baik dan minim keluhan. Bahkan, angka kecelakaan lalu lintas dilaporkan menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan mengimbau pemudik yang hendak kembali ke Jabodetabek untuk memaksimalkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) demi menghindari puncak arus balik lebaran, di mana diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.

"Jasa Marga memprediksi pada tanggal 24 Maret 2026 sekitar 285 ribu kendaraan pemudik akan kembali ke Jabodetabek melalui jalur tol. Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25,26 atau 27 Maret," kata dia di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Adapun, masih kata Aan, kebijakan WFA ini berlaku bagi mereka yang bekerja di pemerintahan maupun di BUMN. Sedangkan di sektor swasta bentuknya hanya imbauan.

"Harapan kami pengusaha swasta memberi kelonggaran kepada para pegawainya untuk memanfaatkan WFA dalam mengatur waktu kepulangan," ungkap dia seperti dilansir dari Antara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6