Menteri LH Minta Pemda Punya Langkah Antisipatif untuk Potensi Kenaikan Sampah Saat Libur Lebaran

Menteri LH mengingatkan para pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi kenaikan timbulan sampah selama libur lebaran yang mencapai 143 juta orang pemudik.

Diterbitkan 19 Maret 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menteri LH ingatkan Pemda siaga hadapi lonjakan sampah saat libur Lebaran 2026.
  • 143,91 juta pemudik diprediksi hasilkan sampah 0,5 kg/orang/hari, terutama di rest area.
  • Pemda diminta siapkan fasilitas, tingkatkan pengangkutan, optimalkan TPA, dan kolaborasi.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri LH atau Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk bersiap menghadapi kenaikan timbulan sampah di wilayah masing-masing saat periode libur Lebaran 2026.

Saat meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026, Hanif menyampaikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sekitar 143,91 juta orang akan melakukan mudik Lebaran dan kembali ke kampung halaman pada tahun ini.

"Ada sekitar 143 juta pergeseran masyarakat dari kota-kota besar ke daerah-daerah. Artinya maka sampah yang timbul dalam satu harinya bisa dikalikan 0,5 kilogram," ujar Hanif, melansir Antara, Rabu 18 Maret 2026.

Hanif menambahkan, banyaknya jumlah pemudik tersebut berpotensi meningkatkan volume sampah secara signifikan, terutama di rest area serta daerah tujuan mudik yang umumnya memiliki kapasitas pengelolaan sampah lebih terbatas dibandingkan di kota-kota besar.

Oleh karena itu, Pemda diminta untuk segera mempercepat langkah antisipatif seperti menyiapkan fasilitas penampungan sementara, meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, serta memastikan operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tetap optimal selama periode libur panjang.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan beragam lapisan mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas lokal sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Pergeseran Wilayah Timbulan Sampah

Selain itu, Hanif juga menjelaskan timbulan sampah yang biasanya dihasilkan di wilayah seperti Jakarta akan bergeser ke daerah tujuan mudik yang memiliki fasilitas dan kemampuan pengolahan beragam di setiap wilayahnya.

Ia meminta kepada pemerintah setempat untuk menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi pengolahan sampah dari para pemudik.

"Kami sudah memerintahkan, meminta kepada wali kota dan bupati sebagai penanggung jawab utama sampah untuk segera menyikapi ini," tutur Hanif.

Kemudian Hanif juga mengingatkan semua aturan terkait pengelolaan sampah sudah dimiliki, dan meminta agar pemda mengikutinya sesuai dengan ketentuan.

Sebelumnya, Kemenhub memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu (18/3/2026) dengan estimasi pergerakan masyarakat pada hari tersebut dapat mencapai 21,97 juta orang.

Lonjakan jumlah pemudik ini memungkinkan potensi timbulan sampah di berbagai rest area mengalami peningkatan, sehingga perlu adanya koordinasi antara Pemda dan petugas di rest area setempat terkait pengelolaan sampah.

Angka Pemudik Menurun 1,75 Persen

Berdasarkan survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans), Kemenhub memperlihatkan sebanyak 143,92 juta orang berencana melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah/2026.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menuturkan, angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025.

"Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei," kata Dudy.

Meski demikian, ia menekankan antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tetap harus dijalankan agar penyelenggaraan angkutan Lebaran dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Dari sisi moda transportasi Menhub Dudy menyampaikan mobil pribadi diprediksi masih menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pemudik, disusul sepeda motor dan bus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6