BGN Efisiensi Anggaran Hingga Pangkas Kegiatan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

BGN melakukan efisiensi anggaran untuk menyikapi dinamika global imbas konflik di Timur Tengah.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 14:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN efisiensi anggaran MBG karena konflik global, jaga kualitas program.
  • Fokus efisiensi: awasi dana, pangkas kegiatan tidak mendesak.
  • BGN optimalkan Rp 268 T, hindari dana siaga, hasil akan diumumkan.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan efisiensi anggaran untuk menyikapi dinamika global imbas konflik di Timur Tengah. BGN menyusun skema perhitungan teknis agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal meskipun ada pemangkasan biaya di beberapa sektor operasional.

Fokus utamanya adalah menjaga kualitas program namun dengan biaya yang jauh lebih terukur. "Tentu saja kita harus ikut memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien," kata Dadan kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).

Dadan mengatakan, prioritas utama dalam efisiensi ini adalah pengawasan ketat terhadap aliran dana agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan di lapangan.

BGN berencana memangkas kegiatan-kegiatan yang kurang mendesak demi menjaga stabilitas pagu anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah.

"Yang pertama tentu saja kita harus efektifkan anggaran yang ada agar tidak disalahgunakan. Itu yang pertama, ya. Yang kedua, kita akan lakukan kegiatan-kegiatan yang lebih efektif dan mengura-mengurangi penggunaan anggaran," jelasnya.

Strategi BGN

Dadan mengungkapkan rincian besar anggaran yang dikelola oleh BGN, yakni mencapai angka fantastis Rp 268 triliun dengan tambahan dana siaga (standby) sebesar Rp 63 triliun.

Strategi awal efisiensi dilakukan dengan mencoba tidak menyentuh dana siaga tersebut dan mengoptimalkan anggaran pokok yang tersedia.

"Kita optimalkan 268 dan coba kita tidak hitung yang standby ini. Jadi kita akan efektifkan yang 268. Nah, dari 268 yang kita peroleh tersebut, kita juga sedang hitung berapa nanti maksimal yang bisa kita gunakan," paparnya.

Saat ini, kata Dadan, kajian mendalam mengenai angka pasti penghematan tersebut masih terus dimatangkan oleh tim ahli di Badan Gizi Nasional. Dadan berjanji akan segera mengumumkan hasil akhir dari perhitungan efisiensi tersebut setelah proses harmonisasi anggaran selesai dilaksanakan secara menyeluruh.

"Nanti setelah kita hitung, setelah kita laksanakan dengan beberapa eh hal yang perlu dilakukan terkait dengan efisiensi, nanti akan saya sampaikan," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6