Mudik Lebaran, Ini Jalur Sumatra yang Harus Dihindari

Pemudik yang menggunakan jalur darat di Sumatra disarankan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan rute perjalanan agar tetap aman dan nyaman hingga tujuan.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalur mudik Sumatra rawan kerusakan, kemacetan, dan kriminalitas.
  • Beberapa ruas jalan berlubang, minim penerangan, dan rawan longsor.
  • Pemudik disarankan berhati-hati, terutama di malam hari dan jalur rawan.

Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti jutaan masyarakat. Namun bagi para pemudik yang melintasi Pulau Sumatra, perjalanan tidak selalu mulus. Sejumlah ruas jalan masih mengalami kerusakan, sementara beberapa titik lain dikenal rawan tindak kriminal, terutama pada malam hari.

Karena itu, pemudik yang menggunakan jalur darat di Sumatra disarankan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan rute perjalanan agar tetap aman dan nyaman hingga tujuan.

Salah satu jalur yang kerap dikeluhkan pengendara adalah ruas jalan di wilayah Sumatra Selatan menuju perbatasan Jambi. Beberapa titik jalan di kawasan ini dilaporkan berlubang dan bergelombang akibat tingginya lalu lintas kendaraan berat. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Selain itu, jalur lintas tengah Sumatra yang melewati wilayah hutan di perbatasan provinsi juga dikenal minim penerangan. Pada malam hari, kondisi jalan yang sepi membuat pengendara rentan mengalami gangguan keamanan seperti pencurian atau pemalakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Di wilayah Lampung, beberapa ruas jalan alternatif menuju pelabuhan juga kerap mengalami kemacetan panjang saat arus mudik. Jalur yang sempit serta padatnya kendaraan membuat perjalanan menjadi lambat dan berisiko memicu kecelakaan.

Sementara itu di Sumatra Barat, jalur pegunungan dengan banyak tikungan tajam juga perlu diwaspadai. Kondisi jalan yang menanjak dan menurun tajam dapat menyulitkan pengendara yang tidak terbiasa melintasi medan tersebut, terlebih saat cuaca hujan.

 

Jalur

Jalur Rawan Longsor & Terputus (Aceh - Sumbar):

Aceh: Jalur Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Sumatra Barat: Ruas Padang - Bukittinggi (khususnya Padang Panjang).

Sumatra Utara: Jalan nasional Sidempuan–Sibolga dan Sipirok–Medan.

 

Titik Rawan Kecelakaan (Jalinteng & Jalintim):

Lampung - Bengkulu: Tanjakan Pancong, ruas Bengkunat - Sanggi, dan Tanjung Kemuning - Linau.

Sumatra Selatan: Tikungan Jembatan Jahe, Musi Rawas, dan perbatasan OKU Timur.

Jambi: Ruas Muara Tembesi – Batanghari, dan Muara Tebo – Tebo/Bungo.

 

Zona Rawan Kriminalitas:

Area sepi di Jalan Lintas Barat Sumatera (Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Utara), terutama saat malam hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6