Delegasi Indo-Pasifik Perkuat Kerja Sama Energi di Tengah Konflik Timur Tengah

Delegasi pemerintah dan bisnis Indo-Pasifik menegaskan kerja sama menjaga pasokan energi stabil di tengah konflik Timur Tengah.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Delegasi pemerintah dan pelaku bisnis dari kawasan Indo-Pasifik menegaskan komitmen mereka untuk mengamankan dalam menjaga pasokan energi yang stabil di kawasan tersebut di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Menteri Perindustrian Jepang, Ryosei Akazawa menyampaikan dalam konferensi pers usai Forum Menteri dan Bisnis Keamanan Energi Indo-Pasifik yang berlangsung selama dua hari, para peserta juga menekankan pentingnya investasi dalam infrastruktur yang stabil dan andal.

"Seperti untuk tenaga nuklir dan gas alam cair, untuk mengatasi permintaan energi yang tinggi di Asia," ujar Ryosei, melansir Antara, Senin 16 Maret 2026.

Forum tersebut digelar bersama oleh Jepang dan Amerika Serikat di Tokyo. Pertemuan itu berlangsung ketika Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang dilalui sebagian besar minyak dari Timur Tengah menuju Asia yang secara efektif diblokir oleh Iran di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan negara tersebut.

Menurut Ryosei Akazawa, para peserta forum yang terdiri dari menteri pemerintah dan pemimpin bisnis dari 18 negara juga membahas sistem energi yang dapat mendukung terjaminnya keamanan energi di kawasan Indo-Pasifik pada masa mendatang.

"Memperkuat kemitraan di seluruh Indo-Pasifik sangat penting untuk keamanan dan kemakmuran global," tutur Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum pada Sabtu 14 Maret 2026, yang juga berjanji untuk memperluas ekspor energi AS dan melawan aktor-aktor yang melakukan tindakan paksaan yang memanfaatkan energi sebagai alat kontrol.

Di sela-sela forum tersebut, Jepang dan Amerika Serikat menyepakati pembentukan tim respons cepat guna mengatasi gangguan pada rantai pasokan mineral penting serta memperkuat kerja sama bilateral di sektor tersebut.

Menteri ESDM Dorong Kolaborasi Energi yang Saling Menguatkan Antarnegara di Forum IPEM Tokyo

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kerja sama antarnegara yang saling menguntungkan saat menyampaikan pandangannya kepada para menteri energi kawasan Indo-Pasifik dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business (IPEM) Forum di Tokyo, Jepang.

"Di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia saat ini, kita perlu memperkuat kolaborasi, yang saling mengangkat satu sama lain dan bukan justru saling menjatuhkan satu sama lain," kata Menteri Bahlil di hadapan para delegasi forum yang terdiri dari para menteri hingga pelaku industri energi di Indo-Pasifik.

Pertemuan para menteri dan pelaku industri energi dari negara-negara di kawasan Indo-Pasifik tersebut menjadi forum diskusi mengenai upaya memperkuat kerja sama antarnegara guna mendukung ketahanan energi, yang kian penting di tengah konflik di Timur Tengah.

"Indonesia menunjukkan komitmen tersebut di antaranya dengan mengirimkan 150 kargo liquefied natural gas tahun 2025 lalu untuk mendukung pasokan energi dunia. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan sekitar setengah pasokan batu bara yang diperdagangkan di dunia," tambahnya.

Menurut Bahlil, ekspor energi dari Indonesia dalam jumlah besar tersebut turut memperkuat pasokan energi global. Saat ini, Indonesia menjadi produsen sekaligus eksportir crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, dengan volume ekspor yang mencapai sekitar 30 juta ton setiap tahun.

Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan energi di kawasan, sekaligus menghormati pilihan jalur transisi energi yang ditetapkan oleh masing-masing negara.

 

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6