Prabowo ke Pengusaha Batu Bara-Sawit: Penuhi Kebutuhan Indonesia Dulu, Baru Ekspor

Prabowo menegaskan semua kekayaan alam tersebut milik bangsa Indonesia sehingga harus mengutaman kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

Diterbitkan 14 Maret 2026, 01:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo tegaskan kekayaan alam milik bangsa, prioritaskan kebutuhan domestik sebelum ekspor.
  • Prabowo minta masyarakat tenang hadapi ketidakpastian global, ekonomi nasional harus berjalan.
  • Prabowo instruksikan persiapan matang Lebaran 2026, pastikan mudik aman dan logistik tersedia.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan kepada para pengusaha bahwa semua kekayaan alam seperti, batu bara dan kelapa sawit merupakan milik bangsa Indonesia. Dia meminta pengusaha menahan diri melakukan ekspor dan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

"Saya tegaskan di sini, benar bahwa semua produksi batu bara diutamakan untuk kepentingan kebutuhan nasional kita. Itu juga tentang semua termasuk kelapa sawit, jadi kita harus penuhi kebutuhan bangsa kita dulu baru izinkan ekspor," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dia tak mempermasalahkan para pengusaha batu bara dan kelapa sawit melakukan usaha. Hanya saja, Prabowo menegaskan semua kekayaan alam tersebut milik bangsa Indonesia sehingga harus mengutaman kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

"Jadi tadi benar itu ada peringatan Menteri ESDM, itu semua milik bangsa Indonesia bukan milik pengusaha mereka boleh usaha tapi kepemilikan adalah kepemilikan bangsa Indonesia semua kekayaan alam, yang ada itu adalah milik bangsa," jelasnya.

Geopolitik

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia tetap tenang, meski saat ini dunia dipenuhi ketidakpastiaan dan krisis melanda banyak negara akibat konflik di Timur Tengah. Prabowo mengatakan ekonomi nasional harus berjalan di tengah krisis.

"Dunia penuh ketidakpastian, kita ,lihat bahwa krisis melanda banyak negara, kita sikapi krisis ini tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, Indonesia memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi kondisi geopolitik saat ini. Untuk itu, masyarakat tak perlu khawatir sebab Indonesia masih mampu menghadapinya

"Kita masih punya kekuatan dan kemampuan sehingga roda kehidupan jangan sampai terhenti situasi secara garis besar masih bisa kita kendalikan," jelasnya.

 

Mudik

Di sisi lain, Prabowo meminta kementerian/lembaga untuk mempersiapkan Lebaran 2026 dengan baik. Prabowo ingin masyarakat dapat merayakan Lebaran dan mudik dengan baik, aman, dan nyaman.

"Utamakan keselamatan di jalan. Dan persiapkan segala aspek dengan matang," ujar Prabowo.

Dalam rapat ini, Prabowo meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan ketersediaan BBM dan langkah-langlah mitigasi menghadapi krisis dunia. Dia juga meminta laporan soal kondisi pertanian, pangan, dan stok beras kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Menteri Perhubungan melaporkan kesiapan mudik. Kapolri melaporkan kondisi keamanan dan lalu lintas dan menteri-menteri lain standby apabila perlu memberi keterangan tambahan. Termasuk Direktur Utama PT Pertamina standby untuk memambah apabila kita perlu tambahan," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6