Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras, Polisi Buru Pelaku

Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang menyebabkan korban mengalami luka bakar serius.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 14:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras; Polda Metro Jaya membenarkan.
  • Polisi sedang menyelidiki insiden ini dan berkomitmen menangkap pelaku.
  • Korban luka bakar 24%; KontraS menduga serangan ini upaya membungkam kritik.

Liputan6.com, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Menurut Budi, saat ini kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan tersebut.

"Saat ini sedang didalami oleh Sat Reskrim Polres Jakarta Pusat, mendalami saksi dan tempat kejadian perkara," ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Budi menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk segera menangkap pelaku.

"Kita semua mengecam kejadian tersebut. Semoga pelaku segera tertangkap," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri secara terpisah juga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban.

"Benar ada kejadian demikian, laporan resmi dari korban belum ada," tutur Roby.

Meski demikian, ia memastikan penyidik tetap melakukan langkah penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku melalui metode investigasi ilmiah.

"Kami sedang melakukan penyidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation," kata Roby.

 

Disiram Air Keras OTK Usai Hadiri Podcast

Sebelumnya diberitakan, Andrie Yunus diduga diserang air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB pada Kamis (12/3).

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," ujar Dimas dalam keterangan tertulis.

Dimas menduga serangan tersebut merupakan upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia.

Ia menilai peristiwa ini perlu mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan masyarakat sipil.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil," tegas Dimas.

Ia juga meminta kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut, mengingat penyiraman air keras dapat menyebabkan luka serius hingga berujung pada kematian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6