Dinas Pengelola Sumber Daya Air Lampung Bangun 13 Embung Usai Banjir Bandang

Dinas PSDA Provinsi Lampung membangun embung atau kolam retensi untuk menahan deras air dari hulu ke hilir sebagai pencegahan banjir susulan.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas PSDA atau Pengelola Sumber Daya Air Provinsi Lampung membangun sebanyak 13 embung atau kolam retensi sebagai solusi untuk mengatasi bencana banjir di wilayah setempat.

Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang agar pembangunan segera dilakukan.

"Kami sudah berkoordinasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung untuk dilakukan perbaikan segera dalam waktu dekat, agar saat hujan deras kejadian banjir tidak terulang," ujar Budi, Rabu (11/3/2026), seperti dilansir Antara.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung serta daerah sekitarnya, yakni Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan akan bekerja sama dalam membantu BBWS Mesuji Sekampung untuk menyelesaikan pembentukan masterplan banjir, serta rencana penanganan banjir jangka panjang maupun jangka pendek.

"Dalam upaya pengendalian serta memberi solusi penanganan banjir, direncanakan akan ada pembangunan 13 titik embung ataupun kolam retensi di beberapa wilayah. Idealnya 13 embung ini harus dibuat," tambahnya.

Ia juga mengatakan, dalam merealisasikan pembangunan embung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah melakukan pembangunan di daerah Kemiling Kota Bandarlampung.

"Embung yang baru dibangun di Kemiling itu menjadi bagian dari pembangunan 13 embung, dan kalau dilihat airnya cukup besar karena itu sebenarnya aliran dari berbagai daerah yang ditahan di embung, lalu air dilepas pelan-pelan ke bawah oleh karena itu di daerah bawah tidak banjir karena aliran air sudah tertampung di embung," ucap dia.

Banjir Bandarlampung

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat 6 Maret 2026, Provinsi Lampung seperti Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan dilanda banjir setelah turun hujan dengan intensitas tinggi pada sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, beberapa sungai meluap dan masuk ke permukiman warga.    

Wilayah yang terdampak banjir meliputi dua kecamatan, di antaranya Kecamatan Jati Agung dan Kecamatan Tanjung Bintang. Adapun rinciannya, untuk wilayah terdampak di Kecamatan Jati Agung meliputi Desa Way Huwi, Kelurahan Way Galih, Desa Karang Sari, Desa Gedung Harapan, Desa Karang Anyar, serta Desa Marga Agung.

Sementara itu di Kota Bandarlampung, banjir dilaporkan terjadi di 13 kecamatan dengan sedikitnya 17 kelurahan terdampak. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Sukarame, Tanjung Senang, Enggal, Tanjung Karang Barat, Way Halim, Rajabasa, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang, Sukabumi, Tanjung Senang, Tanjung Karang Pusat, Kedamaian, dan Langkapura.

Sejumlah kelurahan yang terdampak di antaranya Sukarame Baru, Sukarame, Korpri Jaya, Sukabumi, Way Dadi, Tanjung Senang, Labuhan Dalam, Suka Jawa, Jagabaya, Perumnas, Rajabasa, Sawah Lama, Tanjung Karang, Gotong Royong, Kalibalau Kencana, dan Gunung Terang.

Dari kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia dan satu orang terbawa arus. Melihat kejadian ini, pembangunan kolam retensi menjadi prioritas utama bagi Pemprov Lampung.

Pembangunan Embung dari Hulu hingga ke Tengah

Pembangunan embung selanjutnya, kata Budi, akan direkomendasikan di daerah hulu, tepatnya di daerah Kemiling dan sekitarnya. 

Setelah menuntaskan pembangunan di daerah Kemiling, selanjutnya akan dilakukan di daerah Batu Putu. Kolam retensi itu berfungsi untuk menahan laju aliran air yang di daerah hulu menuju hilir.

Selain daerah hulu, embung juga akan dibangun di daerah tengah, yakni di Tanjung Senang, Sukarame, dan di daerah Panjang Kota Bandarlampung dan sekitarnya yang terdampak banjir.

Budi berharap, pembangunan embung di beberapa titik ini dapat menahan derasnya volume air dari hulu ke hilir sehingga dapat mengatasi banjir serta mencegah kejadian terulang di kemudian hari.

"Kalau ada lokasi yang dimanfaatkan untuk pembangunan ini tentu menjadi salah satu solusi mengatasi banjir. Sehingga ini akan melengkapi embung Kemiling yang sudah bangun. Paling tidak fungsinya bisa menahan serta mengurangi derasnya air dari hulu sampai hilir," pungkas Budi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6