Menhan Apresiasi Perbaikan Layanan JKN, Dorong Akses Kesehatan hingga Desa

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi perbaikan layanan JKN oleh BPJS Kesehatan & mendorong perluasan akses hingga desa dengan dukungan fasilitas kesehatan.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 08:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menhan Sjafrie mengapresiasi perbaikan BPJS Kesehatan untuk perlindungan masyarakat.
  • Kemhan siap dukung JKN dengan faskes TNI dan produksi obat-obatan.
  • Sinergi ini bertujuan perluas akses JKN hingga pelosok desa.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia menilai transformasi dan penguatan layanan yang terus dilakukan menunjukkan komitmen untuk menghadirkan perlindungan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat.

“Kami melihat ada perbaikan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan. Harapannya, kehadiran program ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih sulit mengakses layanan kesehatan,” ujar Sjafrie.

Menurutnya, keberadaan JKN menjadi salah satu pilar penting dalam menjamin akses kesehatan bagi masyarakat luas. Karena itu, peningkatan kualitas layanan perlu terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Dorong Akses Layanan JKN hingga Tingkat Desa

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan implementasi Program JKN, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) milik TNI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Lembaga Farmasi (LAFI) di bawah Kemhan juga siap mendukung produksi dan penyediaan obat-obatan bagi peserta JKN.

“Kami memiliki jaringan faskes TNI dan kapasitas produksi farmasi yang dapat disinergikan untuk mendukung keberlanjutan program JKN,” tegasnya.

Sjafrie juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 150 Batalyon Teritorial Pembangunan yang secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 750 batalyon. Di dalam setiap batalyon terdapat kompi kesehatan yang berpotensi membantu memperluas akses layanan kesehatan maupun penyebarluasan informasi terkait Program JKN di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemhan beserta seluruh jajaran TNI.

“Kami menyambut baik peluang kerja sama yang dapat dilakukan bersama Kemhan. Sinergi ini sangat strategis untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses,” ujar Pujo.

Ia juga menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan, termasuk bagi seluruh prajurit TNI, para purnawirawan, serta anggota keluarga mereka sebagai peserta JKN.

“Komitmen kami adalah memastikan seluruh peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas,” tutup Pujo.

Pujo berharap, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat implementasi Program JKN sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas dan merata bagi masyarakat Indonesia hingga ke pelosok desa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6