Waspada Akun Telegram Palsu Catut BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan meminta masyarakat waspada terhadap penipuan mengatasnamakan pihaknya dan pelanggaran hukum atas penyebaran data pribadi.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 18:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta masyarakat mewaspadai akun Telegram palsu mencatut lembaga tersebut. Mereka juga menegaskan data yang dijual oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan.

Dalam kanal Telegram palsu tersebut terdapat beberapa menu yang bisa diakses masyarakat. Menu tersebut seperti cek gaji, beli token, cek NIK, hingga info layanan.

Tetapi BPJS Kesehatan menyatakan bahwa kanal Telegram dengan nama "EDABU BPJS BOT" tidak dibuat, dimiliki, maupun dikelola pihaknya.

"Data yang dijual dan disebar oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan, karena dipastikan memiliki struktur informasi yang sangat berbeda dengan data di BPJS Kesehatan," tulis BPJS yang dikutip Rabu (5/8/2026).

BPJS meminta masyarakat waspada terhadap segala bentuk penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan dan pelanggaran hukum atas penyebaran data pribadi.

"Jika memerlukan informasi terkait kepesertaan atau hal lainnya, pastikan Anda mengaksesnya melalui layanan resmi BPJS Kesehatan, seperti aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA 08118165165, Care Center 165," tulis BPJS Kesehatan. 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by BPJS Kesehatan (@bpjskesehatan_ri)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.