Kadispenad Kenang Try Sutrisno: Kepemimpinannya Bawa TNI AD Makin Profesional, Disiplin dan Solid

Semasa berkarir di TNI, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986–1988.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 10:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno wafat 2 Maret 2026, meninggalkan duka mendalam bagi TNI AD.
  • Beliau adalah prajurit senior yang dihormati, berintegritas, dan berdedikasi tinggi bagi bangsa.
  • Kariernya meliputi Kasad, Panglima ABRI, hingga Wakil Presiden RI ke-6.

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa sekaligus prajurit terbaik TNI, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno. Try Sutrisno meninggal dunia pagi tadi, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

"Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi TNI AD, mengingat beliau adalah tokoh prajurit senior yang dihormati dan merupakan bagian dari keluarga besar TNI, khususnya Angkatan Darat. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negara melalui pengabdian panjang, baik di dunia militer maupun pemerintahan," tulis Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Mabes TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono seperti dikutip dari siaran pers, Senin (2/3/2026).

Mengutip rekam jejak Almarhum, diketahui Try Sutrisno adalah lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959 yang menapaki karier militer dari berbagai penugasan operasional hingga jabatan strategis. Dalam perjalanan pengabdiannya, Almarhum Try dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986–1988.

"Di bawah kepemimpinannya, Angkatan Darat terus memperkuat profesionalisme, disiplin, serta soliditas satuannya, guna menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Brigjen Donny

 

Try Sutrisno Sosok Tegas dan Sederhana

Selanjutnya, almarhum Try mengemban amanah sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993, sebelum akhirnya diberikan kepercayaan oleh Bangsa Indonesia sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 di periode 1993–1998.

"Dalam kiprahnya di militer dan pemerintahan tersebut, beliau secara konsisten menunjukkan komitmen dan loyalitas tinggi terhadap negara, serta konsistensi dalam menjaga persatuan dan kepentingan nasional," tutur Brigjen Donny.

"Bagi prajurit TNI AD, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, sederhana, dan berintegritas. Keteladanan, semangat pengabdian, serta dedikasi beliau akan senantiasa menjadi bagian dari nilai-nilai yang hidup dalam jiwa korsa Angkatan Darat," imbuhnya.

Atas berpulangnya almarhum, TNI Angkatan Darat mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan.

"Kepergian beliau meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang dalam sejarah TNI dan perjalanan bangsa Indonesia," Brigjen Donny menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6