Kunjungi Ponpes di Cipete, Kaesang Mengaku Bakal Sering Minta Nasihat Ulama

Kaesang Pangarep melanjutkan Safari Ramadan dengan bersilaturahmi ke Ponpes Miftahul Ulum, Jakarta Selatan, dan bertemu pimpinan pesantren serta ratusan santri.

Diterbitkan 27 Februari 2026, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kaesang PSI kunjungi Ponpes Miftahul Ulum dan KH Muhiddin Ishaq di Jakarta.
  • Safari Ramadan PSI pererat hubungan dengan pesantren dan ulama di seluruh Indonesia.
  • PSI berterima kasih atas nasihat dan berencana kunjungan rutin ke pesantren.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH Muhiddin Ishaq, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam.

Kaesang tiba sekitar pukul 20.45 WIB dan disambut langsung oleh KH Muhiddin Ishaq, yang juga menjabat Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta.

Turut hadir jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Kaesang menyampaikan apresiasi atas nasihat dan masukan yang diberikan oleh pimpinan pondok pesantren.

“Sekali lagi kami dari PSI mengucapkan terima kasih atas segala nasihat dan masukan. Izin, Pak Kyai, mungkin nanti kami bakal sering ke sini untuk minta nasihat lagi,” ungkap Kaesang.

 

Ramadan Momentum Pererat Hubungan dengan Kalangan Ulama

Setelah pertemuan dengan pimpinan pesantren, Kaesang juga bertemu dengan ratusan santri. Interaksi berlangsung hangat dan santai, bahkan Kaesang sempat memberikan pertanyaan atau kuis kepada para santri.

Safari Ramadan ini dilakukan secara serentak oleh jajaran PSI di berbagai daerah. Mulai dari tingkat DPW, DPD, hingga DPP PSI, melakukan kunjungan silaturahmi ke pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan, Safari Ramadan menjadi momentum penting bagi partai dalam mempererat hubungan dengan kalangan pesantren.

“Kami melakukannya sebagai wujud penghormatan kepada para guru, kyai, dan ulama yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa,” kata Ahmad Ali di lokasi pertemuan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6