Cerita Dua Polisi Gadungan di Depok Palak Juru Parkir, Modal Pistol Mainan Dapatnya Uang Recehan

Mereka mendapatkan kaos bertuliskan Polisi dan pistol mainan, serta tali tis dengan cara membeli secara online. Ini dilakukan pelaku untuk menyakinkan korban bahwa mereka anggota polisi.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 15:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dua remaja ditangkap Polres Depok karena memalak juru parkir berkedok polisi gadungan.
  • Pelaku menakuti korban dengan kaos polisi dan pistol mainan yang dibeli secara online.
  • Mereka sempat diamuk massa setelah aksinya terbongkar, kini dalam proses penyidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Depok menangkap dua remaja berinisial ZA (20) dan JA (20). Dua orang polisi gadungan ini palak juru parkir Terminal Terpadu Depok. Mereka mengumpulkan uang receh Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu dari tiap korbannya.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengatakan, kedua tersangka ditangkap di Terminal Terpadu Depok usai mengancam, menodong, dan memeras juru parkir berkedok sebagai Polisi.

“Sampai saat ini para tersangka sudah kami lakukan proses penyidikan,” ujar Made saat ditemui di Polres Metro Depok, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku melakukan pemerasan di berbagai tempat. Berlagak bak Polisi, mereka beraksi di Pasar Kemirimuka, Stasiun Depok Baru, dan Stasiun Depok. 

“Sudah ada beberapa korban yang mereka ancam dan peras. Tapi untuk nominalnya tidak begitu banyak, sekitar Rp 2 ribu, Rp 4 ribu, Rp 5 ribu yang diambil oleh para tersangka,” jelas Made.

Mereka mendapatkan kaos bertuliskan Polisi dan pistol mainan, serta tali tis dengan cara membeli secara online. Ini dilakukan pelaku untuk menyakinkan korban bahwa mereka anggota polisi.

“Para korban merasa takut dan merasa bahwa memang diketahui para tersangka seorang anggota polisi,” ucap Made.

Pistol mainan yang dibawa pelaku digunakan apabila korban tidak memberikan uangnya. Dengan todongan pistol mainan, akan membuat korban merasa takut dan memberikan uang kepada tersangka.

“Kemudian kalau memang tidak diberikan akan diancam, ditodongkan dengan senpi mainan tersebut,” terang Made.

Polisi Gadungan Diamuk Massa

Diberitakan sebelumnya, dua pria di Depok babak belur diamuk massa yang melakukan pemerasan di Terminal Terpadu Depok. Mulanya, dua pria itu menyamarkan aksinya dengan menjadi polisi gadungan. Apesnya, langsung ketahuan.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengatakan keduanya sudah ditangkap usai memeras tukang parkir sepeda motor di Depok.

"Dua pemuda yang tertangkap tangan oleh seorang warga diduga melakukan pemerasan terhadap juru parkir di Terminal Depok,” ujar Made, Kamis (19/2/2026).

Kejadian berawal saat dua tersangka mendatangi parkiran motor Terminal Terpadu Depok, pada Rabu (18/2/2026) malam. Kemudian, menemui penjaga parkir.

Kepada penjaga parkir, kedua tersangka mengaku sebagai anggota kepolisian. Guna meyakinkan aksinya, kedua tersangka menyiapkan senjata api mainan, kaos unit satuan di kepolisian, serta tali tis untuk borgol.

Keduanya langsung mengancam korban menggunakan pistol mainan dan meminta sejumlah uang. Korban awalnya merasa terkejut dengan todongan senjata api tersangka, tetapi belakangan curiga senpi itu hanya mainan. Sehingga melakukan perlawanan.

Korban lalu berteriak meminta tolong sehingga mengundang perhatian warga serta sopir angkutan di Terminal Terpadu Depok. Mendengar teriakan korban, pelaku berusaha mendatangi dan menangkap kedua polisi gadungan.

Saat tertangkap, kedua polisi gadungan sempat dipukuli massa yang geram atas perbuatannya. Tak lama kemudian, polisi datang dan mengamankan keduanya.

“Saat ini sudah diamankan oleh Reskrim Polres Metro Depok,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6