Jamaah An-Nadzir Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Rabu 18 Februari 2026

Jamaah An-Nadzir dan Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat.

Diterbitkan 16 Februari 2026, 22:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jamaah An-Nadzir Gowa tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
  • Penetapan An-Nadzir berdasarkan dalil naqli, ajaran guru, dan teknologi astronomi modern.
  • Muhammadiyah juga tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 via metode hisab KHGT.

Liputan6.com, Jakarta - Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan tim pemantau bulan Jamaah An-Nadzir serta koordinasi dengan jamaah An-Nadzir di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan mengharapkan rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka diputuskan dan ditetapkan bahwa An-Nadzir mulai puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi,” kata Pimpinan Jamaah An-Nadzir Kabupaten Gowa, Muhammad Samiruddin Pademmui, dalam siaran pers yang diterima di Gowa, Senin (16/2/2026).

Dengan penetapan tersebut, jamaah An-Nadzir yang akan melaksanakan salat tarawih berjamaah dapat memulainya pada Selasa malam (17/2/2026) di daerah masing-masing.

Samiruddin menjelaskan, pada prinsipnya baik Jamaah An-Nadzir maupun umat Islam lainnya sama-sama memahami ilmu hisab dan rukyat. Namun, terdapat perbedaan dalam penerapan metodologi, tata cara, serta beberapa aspek fikih dan khilafiah.

Ia menyebutkan, dalam menetapkan awal dan akhir bulan Hijriah, Jamaah An-Nadzir mengacu pada dalil naqli dari Al Quran dan hadis, salah satunya yang menyebutkan, “Berpuasalah kamu dengan melihat bulan (hilal)”.

Selain itu, dalil naqli terkait tata cara dan metodologi pengamatan bulan bersumber dari ajaran Guru dan Imam Jamaah An-Nadzir, KH Syamsuri Abdul Madjid.

 

 

 

Manfaatkan Teknologi Terkini Tentukan 1 Ramadhan

Menurut Samiruddin, metode yang digunakan An-Nadzir juga mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang astronomi dan antariksa. Tim pemantau bulan Jamaah An-Nadzir memanfaatkan berbagai aplikasi astronomi berbasis Android untuk memudahkan penelitian dan penentuan hilal.

“Ilmu tata cara dan metodologi yang kami pahami juga melihat kemajuan teknologi antariksa dan astronomi, yang kemudian terkoneksi dengan beberapa sistem aplikasi di ponsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, ajaran guru mereka juga menjadikan fenomena gerhana Matahari dan Bulan sebagai salah satu patokan dalam perhitungan bulan.

“Mengamati dan menghitung fase-fase pergerakan bulan, serta berpuasalah bila terjadi pergantian bulan,” katanya.

 

 

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026

Selain Jamaah An-Nadzir, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui metode hisab. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai metode penetapan baru, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.

Sementara itu, pemerintah belum menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah dan masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pada Selasa (17/2/2026), berdasarkan pemantauan hilal melalui metode rukyat di 37 titik di seluruh Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6