Operasi Pekat Jaya 2026: Polda Metro Tindak 772 Kasus Kriminal, dari Pencurian hingga Tawuran

Polda Metro Jaya telah menuntaskan Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar secara serentak pada 28 Januari hingga 11 Februari 2026.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda Metro Jaya sukses menuntaskan Operasi Pekat Jaya 2026, menindak berbagai gangguan kamtibmas.
  • Operasi ini menangani 772 kasus kriminal dan 442 laporan polisi di 772 lokasi.
  • Operasi melibatkan 975 personel gabungan untuk amankan situasi jelang Ramadan di wilayah fokus.

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya resmi menuntaskan Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar secara serentak pada 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan, operasi tersebut menyasar berbagai bentuk gangguan kamtibmas, mulai dari aksi tawuran, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras ilegal, hingga kejahatan jalanan.

Operasi ini juga menindak peredaran petasan ilegal serta praktik premanisme.

"Hasil operasi yang dilakukan di 30 titik, kami lakukan penindakan penegakan hukum maupun upaya preventive, juga dilakukan penindakan terhadap 742 titik lokasi non-target operasi," kata Iman saat jumpa pers di gedung Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Iman mencatat, sepanjang giat, terdapat 442 laporan polisi yang masuk dan 772 kasus kriminal yang ditindak. Sejumlah kasus yang dapat dirinci seperti pencurian dengan pemberatan 77 Kasus, pencurian kendaraan bermotor 17 kasus, pencurian dengan kekerasan 3 kasus, dan aksi tawuran 24 kasus.

Dari rangkaian kasus ditindak, lanjut Iman, beberapa di antaranya telah berstatus tersangka.

"Mereka dihukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," Iman menandasi.

 

Fokus Operasi Pekat Jaya 2026

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebut, fokus dari Operasi Pekat Jaya 2026 diarahkan ke wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Menurut jenderal bintang dua tersebut, wilayah tersebut dipetakan karena menjadi perbatasan dan ditempatkan pos pantau dan juga mobile dari patroli gabungan.

Selain patroli darat, Irjen Asep juga mengaktifkan patroli siber untuk memantau aktivitas media sosial yang kerap memicu aksi tawuran selama operasi pekat jaya.

 

Amankan Situasi Jelang Ramadan

Diketahui, Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mengamankan situasi jelang Ramadan.

Sebanyak 975 personel gabungan dikerahkan terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres jajaran, unsur TNI, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6