BGN Gaet BUMD Jakarta untuk Program MBG, Pramono: Kami Jamin Ini Menguntungkan

Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diterbitkan 09 Februari 2026, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN gandeng BUMD Jakarta untuk suplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Kerja sama ini perkuat MBG, tidak akan sebabkan kelangkaan pangan atau harga naik.
  • BUMD diuntungkan dengan kepastian pembelian pangan dalam program MBG.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta untuk menopang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, BUMD di Jakarta bakal jadi penopang rantai pasok untuk program MBG.

Kerja sama tersebut resmi diteken Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala BGN Dadan Hindayana di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kerja sama ini merupakan bentuk penguatan pelaksanaan MBG, seiring dengan meningkatnya jumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Jakarta.

Menurut Pramono, kerja sama BUMD DKI dengan BGN tersebut sama sekali tidak menjadi ancaman bagi pasokan pangan di ibu kota.

“Kami meyakini tidak akan membuat kelangkaan di lapangan. Karena memang BUMD di Jakarta sudah mempunyai pengalaman yang panjang dan luar biasa,” kata Pramono.

Ia mengatakan keterlibatan BUMD Jakarta dalam program MBG telah diperhitungkan secara matang, sehingga tidak akan menimbulkan kelangkaan pangan maupun gejolak harga di Jakarta.

Pramono juga menekankan, kerja sama antara BGN dan BUMD akan memberikan keuntungan bagi perusahaan daerah karena adanya kepastian pembelian pangan.

“Kami sudah hitung, kami jamin bahwa kerja sama ini malah sangat menguntungkan bagi BUMD. Kenapa? Karena ada kepastian pembelian dan sebagainya. Jadi apa yang tadi menjadi kekhawatiran, saya yakin tidak akan terjadi,” ujar Pramono.

 

Tak Bebani Pasokan Pangan

Lebih lanjut, Pramono menegaskan, kebutuhan konsumsi dalam program MBG di Jakarta juga tidak mengalami lonjakan signifikan.

Oleh sebab itu, dia memastikan kerja sama BUMD dengan BGN tidak akan membebani pasokan pangan di pasaran.

“Apalagi jumlah konsumsinya kan relatif tidak mengalami kenaikan yang banyak. Sehingga dengan demikian, saya yakin tidak akan menimbulkan kekhawatiran mengenai kelangkaan, harga naik, inflasi tidak terkontrol, dan sebagainya,” kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6