Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati di Abu Dhabi

Putra Megawati yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo menjadi juru foto dadakan Megawati di Abu Dhabi.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Momen langka terjadi di sela-sela rangkaian kegiatan Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (4/2).

Putra Megawati yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo menjadi juru foto dadakan untuk sesi santai usai wawancara ibundanya dengan awak wartawan nasional.

Mulanya, sejumlah wartawan nasional yang ikut rangkaian di Abu Dhabi melakukan sesi wawancara dengan Megawati, usai menggelar pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Sesi wawancara berlangsung di loby hotel tempat Megawati menginap. Saat wawancara selesai, salah seorang reporter televisi meminta kesempatan untuk berfoto dengan Megawati.

"Izin Bu. Boleh berfoto bareng," kata reporter televisi kepada Megawati, seperti dilansir Antara.

Prananda pun mengajak Megawati kembali ke sofa yang sudah sempat ditinggalkannya.

Putri Proklamator Bung Karno ini pun berbalik kembali ke sofa sambil memberikan senyumnya.

Prananda mempersilahkan awak media untuk duduk, lalu meminta kamera dari fotografer yang biasa memotret agenda kegiatan Megawati, Monang Sinaga.

Awak wartawan yang di lokasi pun mengambil posisi untuk duduk berdekatan dengan Megawati.

Megawati dan para wartawan berpose di hadapan Prananda. Mereka melempar senyum ke arah bidikan kamera. Prananda pun menjepret momen itu.

Usai beberapa momen, Prananda pun sempat mempreview hasilnya di layar kamera. Ia juga menunjukkan hasil bidikannya kepada para wartawan. Setelah itu dia berkata.

"Semoga hasilnya bagus," ujar Nanan, sambil tersenyum, panggilan akrab Prananda Prabowo, yang dikenal memiliki minat dengan dunia fotografi.

Para wartawan pun menyampaikan terima kasih kepada Prananda.

"Terima kasih Mas Nanan, Ibu Mega," ujar para wartawan.

 

Megawati Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Bahas Potensi Kerja Sama Riset BRIN dan Desalinasi Air

Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan hangat dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, di istana kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), pada Rabu (4/2/2026) waktu setempat.

Adapun, Megawati tampak didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo; Istri Prananda Prabowo, Nancy Prananda; Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjayanto.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut, kedua tokoh membahas berbagai peluang kerja sama strategis, khususnya di bidang riset dan teknologi pengolahan air.

Megawati mengungkapkan bahwa ini merupakan pertemuan keduanya dengan Pangeran Sheikh Khaled.

Pertemuan pertama terjadi saat Megawati diundang dalam pertemuan khusus dengan keluarga pendiri Uni Emirat Arab dan penguasa Abu Dhabi tersebut.

Ketertarikan Putra Mahkota UEA terhadap Indonesia, khususnya di bidang riset, menjadi pemantik diskusi yang lebih mendalam kali ini.

"Karena waktu yang pertama itu beliau menanyakan Indonesia itu bagaimana. Dan tadi ditanyakan kembali, beliau ternyata (mengingat) dari pembicaraan yang pertama saya menceritakan kalau saya memegang BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)," ujar Megawati usai pertemuan dalam keterangan diterima, Rabu (4/2).

Ketua Dewan Pengarah BRIN tersebut menjelaskan bahwa Pangeran Sheikh Khaled menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk memperdalam kerja sama riset antara UEA dan Indonesia.

Merespons hal tersebut, Megawati memaparkan cakupan luas riset yang dikelola BRIN.

"Saya harus menceritakan bahwa di BRIN itu ada 12 bagian, ada masalah pangan, flora fauna, dan lain sebagainya. Sehingga tentunya bisa kemungkinan menjadi sebuah pemikiran dari beliau kalau mau mengadakan kerja sama itu di dalam bidang-bidang apa saja," jelasnya.

 

Kemajuan Teknologi

Selain membahas potensi riset di bawah payung BRIN, Megawati juga menyoroti kemajuan teknologi Uni Emirat Arab dalam mengelola sumber daya air di tengah kondisi geografis gurun pasir.

Putri Proklamator RI Bung Karno ini mengaku kagum dengan keberadaan air mancur dan tata kelola air di Abu Dhabi.

"Kalau saya menanyakan kepada beliau, di sini ternyata kalau kita lihat kan ini tadinya gurun pasir, tapi kok bisa ada air mancur dan lain sebagainya," kata Megawati.

Ia lantas mengetahui bahwa UEA telah berhasil menerapkan teknologi desalinasi air laut secara masif. Teknologi inilah yang dilirik Megawati untuk dipelajari lebih lanjut bagi kepentingan Indonesia.

"Rupanya di sini sudah dilakukan pengolahan dari desalinasi air laut. Nah, mungkin kemungkinan itulah yang akan kami bahas lebih dalam," tambahnya.

Meski membahas topik-topik serius mulai dari politik hingga riset teknologi, suasana pertemuan digambarkan oleh Megawati sangat cair dan bersahabat.

Megawati bahkan tidak menyadari bahwa diskusinya dengan Pangeran Sheikh Khaled telah berlangsung selama satu jam karena antusiasme Putra Mahkota dalam bertanya.

"Tadi saya tanya (staf), soalnya enggak lihat jam. Ternyata satu jam. Saya pikir kayaknya cepat banget. Ya karena beliau banyak bertanya, saya jadi banyak menjawab," tuturnya sembari tersenyum.

Megawati pun menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas sambutan hangat tersebut.

Ia berharap hubungan sejarah panjang antara Indonesia dan Uni Emirat Arab dapat semakin erat melalui kerja sama konkret di masa depan.

"Sangat bersahabat sekali. Saya tentunya sangat bangga dan berterima kasih. Sebagai anak bangsa, Indonesia dengan Uni Emirat Arab ini kan sudah dari dulu punya hubungan. Mudah-mudahan ini pun akan lebih membahas dan lebih dalam," pungkas Megawati.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6