Kronologi Siswa SMP di Kalbar Lempar Molotov di Dekat Sekolah, Pelaku Balas Dendam karena Dibully

Siswa SMP pelaku pelemparan molotov tersebut bergabung dalam grup True Crime Community.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pelajar SMP Sungai Raya melempar molotov di sekolah pada 3 Februari 2026.
  • Densus 88 menemukan 6 molotov dan alat peledak rakitan, melukai satu siswa.
  • Motif pelaku adalah balas dendam akibat perundungan dan masalah keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Pelajar SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, diketahui melemparkan molotov di lingkungan sekolah. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/2/2026).

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri menemukan enam bom molotov pascakejadian itu.

"Enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov)," kata Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, dikutip dari Antara, Rabu (4/2/2026).

Polisi juga menemukan lima buah gas portable yang bagian sampingnya direkatkan petasan, paku, dan pisau. Ditemukan pula satu buah pisau.

4 Petasan Meledak di Lokasi

Mayndra mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, terdapat empat petasan yang meledak. Peledak itu ditujukan untuk memicu bom molotov agar meledak juga. Beruntung, bom tidak terpicu untuk meledak. Ledakan petasan itu menyebabkan satu siswa terluka.

Polisi menambahkan, pelaku pelemparan molotov tersebut bergabung dalam grup True Crime Community yang menyebarkan ideologi kekerasan.

"Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan," ujarnya.

 

 

Lemparan Molotov Picu Api

Sebelumnya, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menjelaskan, pelaku datang ke lingkungan sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang memicu percikan api dan kepulan asap.

Beruntung, pihak sekolah bersama warga sekitar sigap melakukan penanganan awal sehingga api cepat dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan utama maupun ruang kelas.

Personel Polsek Sungai Raya langsung mengamankan lokasi, sementara Tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi memastikan situasi keamanan di sekolah sudah terkendali dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan pengawasan aparat.

Motif Balas Dendam karena Dibully

Mayndra menambahkan, anak tersebut merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam terhadap teman-temannya yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya. Selain itu, sang anak juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga.

Balas dendam itu kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6