Kasus Siswi SMP Hilang Ditemukan Tewas Tanpa Busana: Kakak Kelas dan Ayahnya Ditangkap

Kasus kematian siswi SMP yang tewas di Kali Watuwogat, Sikka, NTT, menemui titik terang. Polisi menangkap kakak kelasnya dan ayah dari kakak kelas tersebut.

Diterbitkan 26 Februari 2026, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Teka-teki kematian tragis STN (15), siswi SMP yang ditemukan tewas mengenaskan di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka mulai menemui titik terang. Polisi bergerak cepat mengamankan dua orang terduga pelaku.

Pelarian keduanya berakhir di dua lokasi berbeda, setelah sempat meninggalkan Desa Rubit pasca hilangnya korban.

Pria berinisial SG (40) selaku ayah dari kakak kelas korban dibekuk Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Sementara, anaknya berinisial FGR (16) selaku kakak kelas korban diamankan di rumah keluarganya, Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada Selasa siang.

FGR diketahui merupakan siswa kelas IX SMP MBC Ohe atau kakak kelas dari korban. Diketahui, korban dilaporkan hilang setelah pamit mengambil gitar di rumah FGR.

Informasi mengenai penangkapan ini diperkuat oleh pernyataan Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret. Ia mengungkapkan bahwa dua orang yang diamankan polisi adalah warganya sendiri, yakni SG dan anaknya, FGR.

"Keduanya merupakan bapak dan anak yang selama ini tinggal di Kampung Woloklereng, Desa Rubit. Saat ini keduanya sudah dibawa ke Mapolres Sikka," ungkap Polikarpus, Kamis (26/2/2026).

 

Dilaporkan Hilang

Kasie Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga membenarkan penangkapan ini. Ia mengatakan, Tim Buser telah mengamankan SG yang diduga mengetahui kasus tersebut.

"Yang bersangkutan masih diperiksa," ungkapnya.

Namun, terkait detail penangkapan FGR, Leonardus mengaku masih melakukan koordinasi internal.

"Saya masih menghubungi Kasat Reskrim Polres Sikka, belum ada keterangan (tambahan)," jelasnya.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Jumat, 20 Februari 2026. Setelah pencarian selama empat hari, warga dikejutkan dengan penemuan jasad korban di aliran Kali Watuwogat pada Senin, 23 Februari 2026 siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Tc. Hillers Maumere, korban diduga kuat merupakan korban penganiayaan berat sebelum akhirnya tewas.