Ketua PPATK Beri Bukti Ketegasan Prabowo Perangi Judi Online di Rapat Bersama DPR

PPATK mengungkapkan cara jitu Prabowo dalam memberantas judi online di Indonesia.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ketegasan Presiden Prabowo berhasil menurunkan angka transaksi judi online.
  • Sinergi antar lembaga menekan transaksi judi online dari Rp 1.100 T menjadi Rp 289 T.
  • Perputaran Green Financial Crime sejak 2020 mencapai Rp 1.700 T, bukan Rp 992 T.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyatakan, ketegasan Presiden Prabowo Subianto membuat Indonesia kini mencatat sejarah bisa menurunkan angka transaksi kejahatan judi online.

"Kalau bukan karena ketegasan Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, kita tidak pernah akan bisa mencapai sejarah menurunkan judi online karena tekanannya memang luar biasa besar," ujar Ivan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Ivan, kemajuan fintech, kripto dan segala potensi judi online akan naik terus hingga mencapai Rp 1.100 triliun. Namun, PPATK terus bersinergi dengan kementerian lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menekan laju transaksi judol.

"Karena sinergitas dan soliditas antar lembaga kami, Komdigi dan segala macam sesuai dengan tusinya masing-masing sesuai dengan arah Bapak Presiden kita bisa menekan sampai hanya kurang dari Rp 300 triliun, Rp 289 triliun," katanya.

Data Green Financial Crime

Terkait dengan Green Financial Crime (GFC), PPATK melakukan riset mengenai Green Financial Crime sejak tahun 2020. "Data kami perputaran GFC sejak tahun 2020 itu bukan Rp 992 triliun tapi Rp 1.700 triliun. Rp 992 triliun itu hanyalah yang kita laporkan di 2020-2025 yang lalu," katanya.

"Artinya yang hasil riset ini bisa memprediksi apa yang akan terjadi seterusnya mengenai bencana alam dan segala macam rekomendasi," pungkas Ivan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6