Begini Proses Operasi OMC untuk Hadapi Cuaca Ekstrem di Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melakukan operasi OMC dalam rangka mengantisipasi cuaca ekstrem.

Diterbitkan 31 Januari 2026, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) antisipasi cuaca ekstrem.
  • OMC melibatkan penyemaian awan dengan CaO dan NaCl di perairan utara serta barat daya Jakarta.
  • Operasi ini sinergi BPBD, BNPB, BMKG, TNI AU, dan instansi terkait lainnya.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melakukan operasi modifikasi cuaca atauu operasi OMC dalam rangka mengantisipasi cuaca ekstrem.

"Rencana penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi ekstrem di Provinsi DKI Jakarta," tutur Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Sabtu (31/1/2026), seperti dilansir Antara.

Operasi tersebut, merupakan hasil sinergi antara BPBD DKI Jakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta unsur terkait lainnya.

Dia menjelaskan, pada sorti pertama, pesawat melakukan penyemaian awan di perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000-11.000 kaki. Pada sorti ini, digunakan bahan semai berupa Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

 

Penyemaian Natrium Klorida

Sorti kedua, dilaksanakan dengan fokus penyemaian awan di wilayah barat daya Jakarta, penerbangan dilakukan pada ketinggian 7.000-8.000 kaki.

"Pada sorti ini, digunakan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram," ujar Isnawa.

Lebih lanjut, dia menyebutkan OMC tersebut dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer serta pemantauan cuaca secara berkelanjutan, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman.

BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 

Banjir Buat Warga Mengungsi

Sebanyak 125 warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, mengungsi ke dua bangunan sekolah imbas banjir setinggi dua meter yang merendam permukiman warga.

"Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) dengan 123 jiwa terdampak banjir di Kebon Pala mengungsikan diri di SDN 01 dan 02 Kampung Melayu," tutur Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Ali Kojim saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026), seperti dilansir Antara.

Luapan Kali Ciliwung diketahui kembali menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Permukiman warga di Kelurahan Kampung Melayu terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 225 sentimeter pada Jumat siang.

"Air mulai meluap dan masuk ke permukiman warga sejak Rabu, 28 Januari sore. Hingga Jumat pagi, ketinggian air masih mengalami kenaikan di sejumlah titik," ujar Ali.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6