Kronologi Remaja di Bogor Tiba-tiba Lompat hingga Tenggelam di Sungai Cisadane

Seorang remaja di Bogor dilaporkan hilang setelah diduga melompat ke Sungai Cisadane, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Remaja MY (16) diduga tenggelam di Sungai Cisadane setelah melompat dari Jembatan Loji.
  • Peristiwa terjadi 29 Januari 2026; motif korban melompat masih belum diketahui.
  • Tim SAR gabungan terus mencari korban di Sungai Cisadane, namun belum ditemukan.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang remaja berinisial MY (16) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam setelah melompat ke Sungai Cisadane, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membenarkan kejadian tersebut.

“Usai hujan reda, si korban ini numpang sama temannya dari Laladon,” kata Dimas, Jumat (30/1/2026).

Dimas menjelaskan, korban menumpang sepeda motor temannya untuk pulang ke rumah. Namun, setibanya di kawasan Jembatan Loji, korban secara tiba-tiba meminta turun dari motor.

“Saat sampai di lampu merah, yang bersangkutan minta dibelokkan ke arah RSUD Kota Bogor. Setiba di jembatan, turun lalu lompat ke sungai,” ujarnya.

Menurut Dimas, hingga kini motif korban menceburkan diri ke Sungai Cisadane yang saat itu berarus deras masih belum diketahui.

“Motif dan detail kejadian ini masih diperdalam oleh rekan-rekan dari Polsek Bogor Barat,” katanya.

 

Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Dimas mengungkapkan, hingga Jumat sore, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Operasi pencarian melibatkan unsur BPBD, pemadam kebakaran Kabupaten Bogor, serta Basarnas.

“Operasi pencarian dibagi menjadi beberapa regu dan dimulai sejak pukul 10.30 WIB. Pagi hari kami lakukan penyisiran darat dan visualisasi. Karena terbentur waktu salat Jumat, tim ditarik sementara, lalu pukul 14.00 WIB dilakukan pengarungan sungai di sepanjang aliran Cisadane,” jelasnya.

Ia menyebutkan, proses pencarian menghadapi kendala medan yang cukup berat, terutama saat penyisiran di bantaran sungai.

“Visualisasi darat tadi terbentur medan yang luar biasa. Harapannya, dengan pengarungan sungai, pemantauan bisa lebih maksimal dan optimal,” ujarnya.

Dimas memastikan tim gabungan masih terus berupaya mencari korban di sepanjang aliran Sungai Cisadane.

“Sampai sore ini korban belum ditemukan,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6