Banyak Jalan Berlubang di Jakarta Akibat Cuaca Ekstrem Belum Diperbaiki, Ini Penjelasan Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan alasan belum memperbaiki jalan yang rusak atau berlubang karena cuaca ekstrem saat ini.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Perbaikan jalan rusak di Jakarta ditunda karena cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi hingga 1 Februari.
  • Pemerintah DKI akan mengganti aspal baru secara menyeluruh setelah cuaca membaik, bukan hanya menambal.
  • Mitigasi banjir meliputi perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca dan normalisasi sungai jangka panjang.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan belum memperbaiki jalan yang rusak atau berlubang karena cuaca ekstrem saat ini. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang.

"Tetapi karena sampai dengan tanggal 1 (Februari) curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali,” kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Pramono sempat meminta agar jalan di Jalan Gatot Subroto diperbaiki. Namun ternyata, menambal jalan saja tak cukup untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih. Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” ujar Pramono.

Apabila cuaca sudah membaik, Pramono berjanji segera meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk memperbaiki jalan-jalan di Jakarta yang rusak akibat hujan.

Pramono mengatakan, biaya perbaikan bukan menjadi masalah bagi Jakarta sehingga perbaikan dapat segera dilakukan jika cuaca ekstrem sudah berlalu.

Upaya Mitigasi Banjir

Hingga saat ini Pemerintah Jakarta masih melakukan upaya-upaya mitigasi banjir. Bahkan, Pramono juga telah memerintahkan agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperpanjang hingga 1 Februari mendatang.

Hal itu karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan melanda Jakarta.

Selain melakukan OMC, Pemerintah Jakarta juga melakukan normalisasi sungai sebagai upaya penanganan banjir jangka panjang. Salah satunya adalah normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, yang ditargetkan selesai pada 2027.

Pekerjaan normalisasi dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2027, dengan total target volume sedimentasi yang dikeruk sekitar 45.000 meter kubik. Hingga saat ini, pengerukan telah mencapai sekitar 13.000 meter kubik (m3).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6