Tata Ruang Sulit Dirombak, Pramono Minta Warga Hentikan Buang Sampah Sembarangan

Kondisi ini membuat pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tata ruang Jakarta sulit diubah, banyak perumahan di wilayah berkontur tanah rendah.
  • Perilaku buang sampah sembarangan memperparah masalah tata ruang dan banjir Jakarta.
  • Gubernur meminta sosialisasi dan aturan larangan buang sampah untuk atasi masalah ini.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui persoalan tata ruang di Jakarta merupakan masalah lama yang sulit diubah dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak perumahan dibangun di wilayah berkontur tanah rendah.

Menurutnya, kondisi ini membuat pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.

“Sekarang ini yang jadi problem, di Jakarta ini kan tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu untuk diubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah given. Termasuk di tempat ini,” kata Pramono di Kali Sepak, Kembang, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

Meski begitu, dia menekankan persoalan utama yang harus segera dibenahi bukan hanya soal kepadatan tata ruang, tetapi juga perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan padat dan sekitar saluran air.

“Nah yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruang yang sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan. Tadi teman-teman waktu masuk kan pasti ada tumpukan sampah,” ujar dia.

 

Ganggu Fungsi Cengkareng Drain

Pramono menyampaikan, tumpukan sampah di kawasan permukiman dapat mengganggu fungsi infrastruktur pengendali banjir, termasuk pintu air Cengkareng Drain dan pintu-pintu air yang selama ini dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Sebab kalau ini pembuangan sampahnya masih dilakukan, maka akan mengganggu Cengkareng Drain dan juga akan mengganggu pintu-pintu yang selama ini kita kelola,” ucap dia.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengaku telah meminta Wali Kota khususnya di Jakarta Barat (Jakbar) agar bisa meningkatkan sosialisasi kepada warga, bahkan membuka kemungkinan penyusunan aturan khusus terkait larangan membuang sampah sembarangan.

“Saya secara khusus sudah meminta kepada Ibu Wali Kota untuk disampaikan kepada warga, kalau perlu dibuat aturan, peraturan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini,” kata Pramono.

Dia juga menekankan soal pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengingat keterbatasan tata ruang Jakarta membuat dampak dari perilaku tidak tertib terhadap lingkungan menjadi semakin besar.

“Dan untuk itu kami memohon meminta kesadaran dari warga,” tandasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6