Potret Eko Patrio Kembali Pimpin Rapat DPR usai 4 Bulan Dinonaktifkan

Wakil Ketua Komisi VI DPR Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio perdana tampil dalam rapat DPR pasca-dinonaktifkan selama 4 bulan.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Eko Patrio kembali aktif di DPR setelah 4 bulan non-aktif, langsung pimpin rapat Komisi VI.
  • Penonaktifan Eko Patrio karena melanggar kode etik DPR akibat pernyataan kontroversialnya.
  • Rapat membahas Koperasi Desa Merah Putih, evaluasi bencana, dan pergantian anggota Komisi VI.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio perdana tampil dalam rapat DPR pasca-dinonaktifkan selama 4 bulan. Setelah kembali ke DPR, Eko langsung memimpin rapat rapat Komisi VI DPR.

Rapat dengar pendapat (RDP) berdama Bulog digelar di ruang rapat Komisi VI DPR, kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

"Yang pertama adalah kaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih ya, dan juga di antaranya kaitan dengan masalah bencana yang kemarin kita lalui dan bagaimana dengan evaluasi penanganan bencana hidrometeorologi Sumatera," kata Eko dalam rapat.

Selain itu, Eko juga menyampaikan adanya pergantian anggota Komisi dari Fraksi PDIP, yakni Dewi Yuliani dari Komisi III ke Komisi VI serta Sturman Panjaitan dari Komisi IV ke Komisi VI.

"Menggantikan Ibu Rieke Diah Pitaloka dan juga Ibu Sadarestuwati, terhitung mulai tanggal 13 Januari 2026," ujar Eko.

Sanksi Eko Patrio

MKD memutuskan Eko Hendro Purnomo dinyatakan terbukti melanggar kode etik Dewan. Pria yang dikenal sebagai Eko Patrio ini langsung dinonaktifkan dari keanggotaannya di DPR selama 4 bulan.

"Memutuskan, Teradu Eko Hendro Purnomo nonaktif selama 4 bulan berlaku sejak tanggal putusan ini dibacakan yang dihitung sejak penonaktifan yang bersangkutan sebagaimana keputusan DPP Partai Amanat Nasional," ujar Wakil Ketua MKD Adang Darojatun dalam sidang di DPR RI, Rabu (5/11/2025).

Penonaktifan Eko Patrio ini berkaitan dengan pernyataan kontroversialnya yang memicu demonstrasi dan kemarahan warga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6