Pemkot Jakbar Kerahkan 300 Personel Gabungan untuk Penanganan Pascabanjir

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menerjunkan 300 personel gabungan untuk melakukan penanganan pascabanjir di wilayah setempat, Selasa (13/1/2026).

Diterbitkan 13 Januari 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menerjunkan 300 personel gabungan untuk melakukan penanganan pascabanjir di wilayah setempat, Selasa (13/1/2026).

"Gelar pasukan ini kita lakukan untuk penanganan pascabanjir, ya. Beberapa titik memang sudah surut, ya, tapi masih ada sisa sampah dan lumpur kan, makanya ini pasukan kita turunkan untuk pembersihan," ujar Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).

Dia pun memastikan kesiapan sarana dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan pascabanjir tersebut.

"Bahwa semua sarana, kemudian SDM, personel, baik yang ada di lingkup posko maupun di lingkup lapangan, ini dari prabencana dan pascabencana atau banjir ini berjalan sesuai dengan regulasi atau ketentuan," ucap Iin.

Lebih lanjut, dia mengatakan, korban banjir yang kini diungsikan sudah mendapat penanganan yang layak, salah satunya di wilayah Kamal, Kalideres.

"Warga masyarakat yang khususnya kelompok rentan kita amankan, kita lakukan penyelamatan terlebih dahulu, dari sisi ini semua sudah tertangani dengan baik," tutur Iin.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengatakan sejak Senin 12 Januari 2026, Jakarta memang dilanda hujan berintensitas ekstrem.

Kondisi itu pun dinilai telah melebihi kapasitas infrastuktur, seperti kali, sheetpile (turap) dan lainnya.

"Saat ini, kondisi intensitas hujan sudah di atas kemampuan infrastruktur kita. Curah hujan di atas 150 sudah masuk curah hujan ekstrem," tandas Purwanti.

 

BPBD Jakarta: 1.137 Jiwa Mengungsi Imbas Genangan, Terbanyak di Semper Barat Jakut

Sebelumnya, ratusan warga ibu kota terpaksa mengungsi akibat genangan yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta imbas hujan deras pada Senin 12 Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 443 kepala keluarga (KK) dengan total 1.137 jiwa mengungsi hingga Selasa ini.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, pengungsian tersebar di beberapa titik di Jakarta Barat (Jakbar) dan Jakarta Utara, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara (Jakut).

"Di Rusun Embrio Semper Barat terdapat 207 KK atau 625 jiwa yang mengungsi," kata Yohan dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Selain Semper Barat, lanjut dia, pengungsi juga tercatat di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat (Jakbar), yang menampung 38 KK atau 153 jiwa.

Yohan mengatakan, pengungsi ditempatkan di Rusun dan RPTRA Alur Anggrek setelah genangan setinggi 30–35 sentimeter merendam permukiman warga akibat curah hujan tinggi.

"Di Jakarta Utara, pengungsian juga terjadi di sejumlah kelurahan. Di Kelurahan Kalibaru, sebanyak 50 KK atau 68 jiwa mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat RW 13. Sementara itu, Kelurahan Sukapura menampung 25 KK atau 91 jiwa di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari," ucap dia.

Ada pun di Kelurahan Lagoa, lanjut Yohan, total 12 KK atau 25 jiwa mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05.

"Di Kelurahan Warakas, BPBD mencatat 81 KK dengan 175 jiwa mengungsi di tiga lokasi berbeda, yakni Mushola Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushola Al Wasilatul Iman," papar dia.

 

Genangan Masih Ada di Jakarta

Menurut Yohan, secara keseluruhan, hingga pukul 08.00 WIB ini genangan masih merendam 22 RT yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 35 sentimeter.

"Selain permukiman, genangan juga merendam lima ruas jalan, terutama di wilayah Jakarta Utara, dengan ketinggian air antara 10 hingga 20 sentimeter," ucap dia.

Yohan menegaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan sekaligus mengoordinasikan penanganan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

"Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan, memastikan saluran air berfungsi, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat," terang dia.

"BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan. Selain itu, dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam," tutup Yohan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6