[VIDEO] Kisruh BLSM, Derita bagi Wong Cilik

Salah sasarannya pembagian BLSM membuat warga miskin gigit jari. Protes pun tak hanya datang dari wong cilik, juga dari para kades di daerah

Diterbitkan 29 Juni 2013, 05:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Protes demi protes terus mewarnai pembagian dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Sebagian mengeluh data penerima BLSM tak akurat dan salah sasaran.

"Yang mengambil ke sini ada yang pakai mobil," kata salah satu warga dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Sabtu (29/6/2013).

"Ada yang pakai emas," imbuh warga lainnya.

Pemberian bantuan tersebut sejatinya ditujukan bagi 15,5 juta keluarga miskin di seluruh Indonesia yang terkena dampak kenaikan harga BBM. Dengan Rp 150.000 per bulan, bantuan itu tentu menjadi angin segar yang dinanti warga pra-sejahtera tersebut.

Dalam proses penyalurannya, warga diberi kartu perlindungan sosial yang berfungsi untuk pengambilan BLSM di kantor pos setempat, dan beras miskin (raskin).

Namun sayang, tak semua warga miskin dapat menikmati dana segar itu. Ada yang terpaksa gigit jari karena ternyata namanya tak terdaftar sebagai keluarga penerima BLSM dengan berbagai alasan. Kantor pos pun jadi sasaran amarah warga yang tidak menerima dana bantuan itu. Tak hanya itu, aksi protes juga dilancarkan aparat desa setempat.

"Jangan sampai sistem datanya tak siap terus diterapkan di desa. Kami tidak mau jadi korban pemerintah pusat," kata jangans amape sistem datanyad dicpu, tterus diteraoakan di desa, kami tdak mau jadi korban pemerintah pusat," kata salah satu Kades di Bandung.

"Ini pemberian tidak mendidik bagi masyarakat. Seharusnya masyarakat kasih pekerjaan yang nampak seperti bersih-bersih kampung,. Baru pemerintah kasih itu," tutur," tutur salah satu warga di Sleman. (Ali)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6