Prabowo: Saya Bukan Orang Pintar, Tapi Bisa Lihat yang Benar dan Salah

Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak memiliki gelar akademik profesor, tetapi bisa melihat mana yang benar dan tidak benar.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo mengaku bukan profesor, namun bisa membedakan kebenaran dan ketidakbenaran.
  • Ia mengkritik impor pangan, menyerukan swasembada bagi Indonesia yang kaya.
  • Prabowo menyoroti kemiskinan rakyat di tengah kekayaan dan kemakmuran negara.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak memiliki gelar akademik profesor, tetapi bisa melihat mana yang benar dan tidak benar. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Panen Raya, Pengumuman Swasembada Pangan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

"Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor. Tapi saya bisa melihat yang benar dan yang tidak benar," kata Prabowo.

"Saya bisa melihat yang masuk akal, yang tidak masuk akal. Saya bisa merasakan keadilan dan tidak adanya keadilan," sambungnya.

Dia menyebut, salah satu yang berjalan tidak benar adalah impor pangan. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang kaya semestinya bisa melakukan swasembada pangan.

"Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," tambahnya.

Prabowo Soroti Banyak Rakyat Miskin

Selain itu, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini juga menyoroti masih banyaknya rakyat Indonesia yang masih miskin.

"Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6