TNI Pastikan Kondisi Sudah Kondusif Usai Pembubaran Aksi Sekelompok Orang Bawa Bendera GAM

TNI meminta masyarakat tak terpengaruh hal-hal yang bersifat provokasi.

Diterbitkan 26 Desember 2025, 14:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Video bentrok TNI-warga di Aceh dinarasikan tidak sesuai fakta.
  • TNI klarifikasi: itu razia konvoi eks-GAM, bukan penyintas banjir.
  • Gesekan terjadi, Kapolres/Dandim dipukul, mediasi berhasil, situasi kondusif.

Liputan6.com, Jakarta - Akun sosial media @acehgroundtimes mengunggah video bentrok antara warga sipil dan TNI di Aceh. Menurut keterangan ditulis, ketegangan itu terjadi antara TNI dan penyintas banjir bandang Aceh.

"Aksi TNI makin brutal terhadap penyintas bantuan banjir ke Aceh Tamiang di Krueng Mane Aceh Utara," tulis akun tersebut seperti dikutip liputan6.com, Jumat (26/12).

Merespons hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyayangkan video beredar yang menuliskan narasi tidak sesuai fakta. Menurut jenderal bintang dua tersebut, informasi dituliskan bersifat sesat.

“TNI menyayangkan beredarnya video/konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,” kata Freddy kepada Liputan6.com, Jumat (26/12/2025).

Menurut Freddy, hal yang sebenarnya terjadi adalah, pasukan TNI tengah melakukan kegiatan razia gabungan dalam rangka pencegahan konvoi Eks. Kombatan Gam dan simpatisan, untuk mengantisipasi adanya pembentangan Bendera Bulan Bintang (BB) yang dipasang di tiang bambu dan ikat di kendaraan Roda 4.

“Jumlah massa konvoi sekitar 600 orang, untuk menuju ke Kabupatan Aceh Tamiang. Pasukan gabungan melakukan kegiatan razia gabungan dalam rangka pencegahan konvoi Eks. Kombatan GAM dan simpatisan,” jelas dia.

Kapolres dan Dandim jadi Korban Pemukulan

Freddy tak menampik bahwa dalam kegiatan tersebut terjadi gesekan antara aparat keamanan dengan massa Konvoi dikarenakan adanya provokasi massa terhadap aparat keamanan yang sedang melakukan razia dengan mendorong hingga memukul aparat keamanan.

“Kapolres Kota Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aut ikut jadi korban pemukulan oleh massa dan setelah dilakukan pendekatan secara persuasif serta mediasi diperoleh kesepakatan damai antara massa konvoi dengan aparat gabungan,” ungkap dia.

Situasi Sudah Kondusif

Freddy memastikan, saat ini situasi sudah kondusif dengan dilakukan klarifikasi dan mediasi. Semua pihak sepakat saling memaafkan.

“Setelah dilakukan mediasi maka korlap aksi atas nama Aizilul Nazirna membuat klarifikasi permintaan maaf dan menyatakan permasalahan selesai dan tidak ada tuntutan di kemudian hari,” dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6